Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Tari Megrumbungan Massal Meriahkan Pembukaan Buleleng Festival 2025
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ajang budaya tahunan Buleleng Festival (Bulfest) 2025 resmi dibuka pada Senin (18/8) sore. Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Tari Megrumbungan yang dibawakan secara massal oleh 150 penari dari berbagai sanggar seni di Buleleng.
Dari pantauan di lokasi, ratusan penari tampil memukau di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Tari Megrumbungan sendiri merupakan karya seniman asal Desa Busungbiu, Ketut Artika bersama Almarhum Nyoman Durpa.
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika menjelaskan, tarian ini menggambarkan ungkapan syukur para petani Bali saat musim tanam hingga panen padi. Setelah panen, para petani biasanya menggelar kegiatan megembeng atau megerumbungan sebagai wujud syukur atas hasil pertanian.
"Filosofinya sebenarnya sebagai wujud syukur atas anugerah hasil pertanian yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Buleleng ini kan terkenal dengan pertaniannya," katanya.
Ia menambahkan, ratusan penari tersebut telah mempersiapkan diri sejak sebulan lalu.
"Kami dari Disbud hanya memberikan video, kemudian masing-masing sanggar latihan secara mandiri. Jadi secara keseluruhan tidak ada kendala," jelasnya.
Tari massal menjadi ciri khas pembukaan Bulfest. Tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Buleleng juga menampilkan tari-tari tradisi lainnya seperti Tari Truna Jaya, Tari Nelayan, hingga Panyembrama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 966 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 565 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik