Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tim Sepakbola Buleleng Kalah WO, KONI Ajukan Protes ke Dewan Hakim Porprov Bali
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tim sepakbola Buleleng dinyatakan kalah walk out (WO) dalam laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 saat melawan Gianyar. Keputusan ini dinilai curang dan membuat KONI Buleleng berencana mengajukan protes resmi ke Dewan Hakim Porprov Bali.
Executive Committee (Exco) PSSI Buleleng, Wayan Tingkes Yasa, pada Kamis (11/9) menjelaskan bahwa jadwal pertandingan seharusnya digelar pada Rabu (10/9) pukul 14.00 WITA di Stadion Samudra, Kuta. Lokasi tersebut dekat dengan tempat menginap tim di Hotel Alron Kuta.
Namun, sekitar pukul 10.00 WITA, kontingen Buleleng menerima pemberitahuan mendadak bahwa pertandingan dipindahkan ke Lapangan Banteng, Seminyak. Perubahan lokasi ini menyulitkan tim karena wilayah Denpasar dan Kuta tengah dilanda banjir serta kemacetan parah.
Tingkes mengungkapkan, pihaknya sudah menunggu transportasi yang dijanjikan panitia. “Dari pukul 11.00 kami sudah siap berangkat, tapi kendaraan tak datang. Kemudian sekitar jam 12.30 kami diberi janji akan dibantu lewat transportasi ojek online. Kami kan prinsipnya siap saja apapun angkutannya. Tapi ternyata angkutannya tak kunjung datang,” ujarnya.
Menurut Tingkes, technical delegate sepakbola yang datang ke Hotel Alron bahkan sempat menyepakati penundaan laga menjadi Kamis (11/9) pukul 08.00 WITA, dan tim Buleleng sudah menyatakan kesiapannya. Namun, pada Rabu pukul 14.15 WITA, tim justru mendapat kabar mengejutkan bahwa mereka dianggap tidak hadir dan dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3.
Ketua Umum PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyebut insiden ini sangat janggal dan bertentangan dengan semangat sportivitas. Ia menyoroti tidak adanya surat resmi terkait perubahan lokasi pertandingan, berbeda dengan Porprov Bali 2022 lalu.
“Selain itu tidak ada pembahasan bersama antara dua tim yang seharusnya difasilitasi oleh technical delegate,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekda Buleleng itu.
Suyasa menegaskan, PSSI Buleleng sudah mengikuti seluruh arahan technical delegate dengan sikap kooperatif. Namun, keputusan WO yang tiba-tiba justru memperlihatkan ketidakadilan. “Kalau kami sampai menggugat seperti ini, sudah sangat tidak fair play. Porprov tahun ini sangat mengecewakan bagi kami,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, juga menyampaikan kekecewaannya dan memastikan akan melayangkan protes resmi. “Kami sudah mengumpulkan data dan bukti pendukung. Kami junjung tinggi prinsip sportivitas dan fair play. Kami berharap Dewan Hakim dapat memberikan keputusan yang adil,” katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan