Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tim Sepakbola Buleleng Kalah WO, KONI Ajukan Protes ke Dewan Hakim Porprov Bali

Kamis, 11 September 2025, 20:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tim Sepakbola Buleleng Kalah WO, KONI Ajukan Protes ke Dewan Hakim Porprov Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Tim sepakbola Buleleng dinyatakan kalah walk out (WO) dalam laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 saat melawan Gianyar. Keputusan ini dinilai curang dan membuat KONI Buleleng berencana mengajukan protes resmi ke Dewan Hakim Porprov Bali.

Executive Committee (Exco) PSSI Buleleng, Wayan Tingkes Yasa, pada Kamis (11/9) menjelaskan bahwa jadwal pertandingan seharusnya digelar pada Rabu (10/9) pukul 14.00 WITA di Stadion Samudra, Kuta. Lokasi tersebut dekat dengan tempat menginap tim di Hotel Alron Kuta.

Namun, sekitar pukul 10.00 WITA, kontingen Buleleng menerima pemberitahuan mendadak bahwa pertandingan dipindahkan ke Lapangan Banteng, Seminyak. Perubahan lokasi ini menyulitkan tim karena wilayah Denpasar dan Kuta tengah dilanda banjir serta kemacetan parah.

Tingkes mengungkapkan, pihaknya sudah menunggu transportasi yang dijanjikan panitia. “Dari pukul 11.00 kami sudah siap berangkat, tapi kendaraan tak datang. Kemudian sekitar jam 12.30 kami diberi janji akan dibantu lewat transportasi ojek online. Kami kan prinsipnya siap saja apapun angkutannya. Tapi ternyata angkutannya tak kunjung datang,” ujarnya.

Menurut Tingkes, technical delegate sepakbola yang datang ke Hotel Alron bahkan sempat menyepakati penundaan laga menjadi Kamis (11/9) pukul 08.00 WITA, dan tim Buleleng sudah menyatakan kesiapannya. Namun, pada Rabu pukul 14.15 WITA, tim justru mendapat kabar mengejutkan bahwa mereka dianggap tidak hadir dan dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3.

Ketua Umum PSSI Buleleng, Gede Suyasa, menyebut insiden ini sangat janggal dan bertentangan dengan semangat sportivitas. Ia menyoroti tidak adanya surat resmi terkait perubahan lokasi pertandingan, berbeda dengan Porprov Bali 2022 lalu.

“Selain itu tidak ada pembahasan bersama antara dua tim yang seharusnya difasilitasi oleh technical delegate,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekda Buleleng itu.

Suyasa menegaskan, PSSI Buleleng sudah mengikuti seluruh arahan technical delegate dengan sikap kooperatif. Namun, keputusan WO yang tiba-tiba justru memperlihatkan ketidakadilan. “Kalau kami sampai menggugat seperti ini, sudah sangat tidak fair play. Porprov tahun ini sangat mengecewakan bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, juga menyampaikan kekecewaannya dan memastikan akan melayangkan protes resmi. “Kami sudah mengumpulkan data dan bukti pendukung. Kami junjung tinggi prinsip sportivitas dan fair play. Kami berharap Dewan Hakim dapat memberikan keputusan yang adil,” katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami