Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Banjir Samigita, DPRD Badung Minta Segera Keruk Tukad Mati
BERITABALI.COM, BADUNG.
Banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Badung pada 10 September lalu dinilai disebabkan penyumbatan di Sungai Tukad Mati. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Badung sekaligus Ketua Fraksi Gerindra I Wayan Puspa Negara.
Apalagi, Tukad Mati menjadi satu-satunya aliran sungai yang mengalir di kawasan Samigita (Seminyak, Legian, Kuta).
Puspa Negara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) agar melakukan normalisasi serta pengerukan sedimentasi Tukad Mati.
Ia mencontohkan banjir di kawasan Dewi Sri, Kuta, salah satunya dipicu berkurangnya daya tampung sungai akibat sedimentasi.
"Dalam jangka pendek, untuk mengantisipasi musim hujan seperti hari ini saja air juga kembali naik, kami minta hari ini pun harusnya saluran air, gorong-gorong, segera dilakukan normalisasi. Termasuk kami minta bupati dan BWS untuk segera mengeruk sedimentasi Tukad Mati yang menjadi satu-satunya aliran air di kawasan Samigita, yang saat ini penuh terus karena hujan lebat," paparnya ditemui di Gedung DPRD Badung, Senin, (15/9/2025).
Ia menilai minimnya tindakan proaktif dari pihak terkait membuat persoalan banjir semakin berlarut. Pengerukan Tukad Mati sepanjang 5 kilometer harus segera direalisasikan untuk memitigasi potensi banjir di kawasan strategis pariwisata tersebut.
"Air di Tukad Mati ini masih dimungkinkan untuk volumenya ditambah dengan mengeruk sedimentasinya secara berkala. Ini tidak dilakukan, sehingga kami mengultimatum sebenarnya BWS sebagai pemilik sungai, demikian juga Pemerintah Kabupaten Badung, agar berkoordinasi, segera keruk Tukad Mati dari sedimentasi untuk memitigasi banjir di kawasan Samigita," bebernya.
Lebih lanjut, ia menyebut perlunya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, seperti memperbanyak sodetan, melakukan penggelontoran saluran air secara rutin, hingga menambah jumlah pompa air.
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung sebesar Rp11,1 triliun pada 2025, menurutnya pembangunan infrastruktur berkelas dunia seharusnya menjadi prioritas utama.
Ia juga menyinggung faktor alam berupa pasang air laut akibat fenomena Blood Moon atau gerhana bulan merah yang turut memperparah banjir.
"Meskipun pada waktu terjadi banjir kemarin di tanggal 10, ada fenomena alam memang. Efek dari bulan merah ini juga salah satunya adalah air laut pada saat itu agak pasang, sehingga ada hambatan air sungai menuju ke laut. Tetapi apapun itu, kita punya rekayasa harusnya, kita punya teknologi. Kita tidak berserah pada alam, tapi kita harus berjuang, kita harus bergerak dengan teknologi," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8559 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5911 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3713 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2539 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar