Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Pedagang Mulai Tempati Pelataran Pasar Badung Pascabanjir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemulihan pascabencana banjir yang menerjang Pasar Kumbasari dan Pasar Badung masih terus dilakukan. Seiring dengan itu, sejumlah pedagang mulai bangkit dengan membuka lapak di pelataran Pasar Badung.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tempat sementara di pelataran Pasar Badung sebelah barat gedung untuk para pedagang terdampak banjir.
"Lokasi tersebut merupakan lokasi berjualan sementara. Pasar Kumbasari masih dalam tahap renovasi pasca banjir kemarin. Tidak semua pedagang yang siap berjualan karena berbagai alasan seperti barang belum siap dan ada yang menginginkan tetap berjualan di Kumbasari," ungkap pria yang akrab disapa Gus Kowi, Selasa (23/9/2025).
Selain menyiapkan lokasi sementara, pihaknya juga masih melakukan kajian bersama tim Universitas Udayana (Unud) untuk memetakan potensi banjir di kawasan pasar.
"Baik itu soal dampak ketika hujan nantinya apakah bisa banjir lagi, dan keamanan pedagang seperti apa ke depannya," ujarnya.
Gus Kowi menegaskan pihaknya belum berani memastikan kapan pedagang bisa kembali berjualan di Pasar Kumbasari.
"Kami juga belum berani memastikan apakah mereka bisa kembali berjualan di Pasar Kumbasari atau tidak menunggu hasil kajian. Kalau memang bisa, apa kajian mitigasi jika terjadi banjir lagi itu yang mesti kita matangkan," tegasnya.
Hingga kini, sudah ada sekitar 70 pedagang yang menempati pelataran Pasar Badung dari total 400 pedagang pelataran Kumbasari yang terdampak banjir. Proses perpindahan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan pedagang masing-masing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun