Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Teknologi Smile Pro Flapless Lasik Hadir di Bali, Revolusi Baru Bedah Mata Tanpa Sayatan
beritabali/ist/Teknologi Smile Pro Flapless Lasik Hadir di Bali, Revolusi Baru Bedah Mata Tanpa Sayatan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perkembangan teknologi di bidang kesehatan terus mengalami kemajuan pesat, termasuk dalam layanan kesehatan mata. Salah satu inovasi terbaru yang kini hadir di Bali adalah teknologi Smile Pro Flapless Lasik, sebuah metode mutakhir untuk memperbaiki penglihatan tanpa sayatan.
Menurut Dr. Ni Komang Rahayu, DP.M(K), teknologi ini merupakan generasi terbaru yang mampu meningkatkan kualitas penglihatan dengan lebih cepat dan memberikan kenyamanan bagi pasien.
"Tentu, teknologi itu penting, tetapi pada akhirnya semua ini tentang membantu seseorang untuk hidup lebih bebas dan percaya diri," jelasnya.
Ia menjelaskan, teknologi Smile Pro Flapless Lasik menggunakan VisuMax 800 Femtosecond Laser yang memungkinkan prosedur berlangsung hanya sekitar delapan detik untuk setiap mata.
"Tidak ada sayatan pada kornea, proses pemulihan jadi lebih cepat dan risiko komplikasi lebih rendah," ujarnya.
Dr. Rahayu menambahkan, sebagian besar pasien merasakan penglihatannya membaik secara signifikan segera setelah prosedur dilakukan, dengan hasil optimal dalam hitungan hari.
Layanan Smile Pro Flapless Lasik kini sudah dapat diakses oleh masyarakat Bali di salah satu klinik mata baru yang resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025) sore di kawasan Icon Bali Mall, Sanur, Kota Denpasar.
Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi inovatif bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman bedah mata modern tanpa rasa takut dan pemulihan panjang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun