Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Rai Mantra Soroti Menu MBG di Buleleng Terlalu Monoton
BERITABALI.COM, BULELENG.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng.
Ia menilai menu yang disajikan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih terlalu monoton dan perlu dibuat lebih bervariasi dengan mengutamakan bahan baku lokal.
Hal tersebut disampaikan Rai Mantra saat berkunjung ke SPPG Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (13/10).
"Untuk di wilayah Buleleng Timur antusias masyarakat dengan MBG ini sangat tinggi. Tapi siswa minta agar menunya jangan monoton," katanya.
Mantan Wali Kota Denpasar itu menjelaskan, selama kunjungannya ke beberapa SPPG dan sekolah penerima manfaat di wilayah Tejakula, Banjar, Sawan, dan Buleleng, dirinya menemukan adanya keluhan dari siswa yang merasa bosan karena menu yang disajikan sama setiap harinya.
Selain soal variasi menu, Rai Mantra juga menyoroti pentingnya aspek keamanan pangan dalam program MBG. Ia menegaskan perlunya pengawasan ketat oleh BPOM, Kepala Daerah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, untuk mencegah terjadinya kasus keracunan akibat makanan basi atau tidak layak konsumsi.
"Jadi setiap pengiriman, ada testernya. Sehingga sebelum makanan diberikan kepada siswa, di tes dulu, layak atau tidak. Setidaknya untuk meminimalisir kasus keracunan. Insiden ratenya kecil," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Buleleng Badan Gizi Nasional, Rusdianto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 14 SPPG yang tersebar di Buleleng, dengan total 31 ribu penerima manfaat program MBG.
Menanggapi keluhan soal menu yang monoton, pihaknya berencana membuat buku panduan menu harian bagi para penyedia makanan.
"Buku itu berisi menu yang menjadi favorit anak-anak, dengan mengedepankan menu lokal seperti siobak, sate, lontong, atau lalapan. Juga sekaligus jadi solusi, agar makanannya habis disantap. Karena MBG sukses dilaksanakan bila makanannya habis dimakan, bukan terbuang," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4464 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2239 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun