Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Badung Tanam 44 Ribu Pohon Rehabilitasi 70 Hektare Lahan Kritis
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung bersiap menggelar aksi besar penyelamatan lingkungan.
Puluhan hektare lahan kritis yang tersebar di enam kecamatan akan direhabilitasi melalui program “Semesta Berencana”, sebuah gerakan hijau yang digagas Pemerintah Provinsi Bali untuk memulihkan ekosistem yang mulai terdegradasi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Wayan Narayana, menyampaikan, total lahan kritis ditemukan di Badung mencapai 70,6 hektare.
Baca juga:
Lahan Kritis di Bali Mencapai 26.700 Hektar
Untuk memulihkannya, dibutuhkan sekitar 44.149 bibit pohon yang akan ditanam serentak di sejumlah titik rawan.
“Kecamatan Petang menjadi wilayah dengan lahan kritis terluas, mencapai 66 hektare, jauh di atas Kuta (2,2 ha) dan Abiansemal (1,9 ha). Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu erosi dan menurunkan kualitas ekosistem sungai,” katanya, saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Senin, (20/10/2025), Puspem Badung.
Menurutnya, kondisi lahan di lapangan cukup memprihatinkan. “Banyak area yang sudah tandus, bahkan ada yang baru dibuka dan belum tertanami kembali. Beberapa bantaran sungai juga kehilangan pepohonannya,” imbuhnya.
Aksi penghijauan ini akan dilakukan secara serentak di 11 titik strategis, melibatkan sinergi lintas lembaga antara pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, dan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Fokus kegiatan berada di sepanjang tiga alur sungai besar: Tukad Ayung, Tukad Badung/Tukad Penet, dan Tukad Mati.
“Penanaman akan digelar bertepatan dengan Tumpek Wariga, hari suci penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan. Ini momentum yang sangat tepat untuk menghidupkan kembali semangat menjaga bumi", paparnya.
Puncak kegiatan akan dipusatkan di Bendung D.I. Mambal, Tukad Ayung, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Aksi besar ini melibatkan lebih dari 250 peserta, mulai dari OPD, Perumda, komunitas lingkungan, pelajar SD dan SMP, hingga aparat TNI/Polri.
“Seluruh elemen kami libatkan. Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi gerakan nyata untuk masa depan lingkungan Badung yang lebih hijau,” ucap Narayana.
Gerakan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam menjaga keseimbangan alam serta memperkuat komitmen Badung sebagai kabupaten ramah lingkungan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 755 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman