Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Badung Tanam 44 Ribu Pohon Rehabilitasi 70 Hektare Lahan Kritis
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung bersiap menggelar aksi besar penyelamatan lingkungan.
Puluhan hektare lahan kritis yang tersebar di enam kecamatan akan direhabilitasi melalui program “Semesta Berencana”, sebuah gerakan hijau yang digagas Pemerintah Provinsi Bali untuk memulihkan ekosistem yang mulai terdegradasi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Wayan Narayana, menyampaikan, total lahan kritis ditemukan di Badung mencapai 70,6 hektare.
Baca juga:
Lahan Kritis di Bali Mencapai 26.700 Hektar
Untuk memulihkannya, dibutuhkan sekitar 44.149 bibit pohon yang akan ditanam serentak di sejumlah titik rawan.
“Kecamatan Petang menjadi wilayah dengan lahan kritis terluas, mencapai 66 hektare, jauh di atas Kuta (2,2 ha) dan Abiansemal (1,9 ha). Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu erosi dan menurunkan kualitas ekosistem sungai,” katanya, saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Senin, (20/10/2025), Puspem Badung.
Menurutnya, kondisi lahan di lapangan cukup memprihatinkan. “Banyak area yang sudah tandus, bahkan ada yang baru dibuka dan belum tertanami kembali. Beberapa bantaran sungai juga kehilangan pepohonannya,” imbuhnya.
Aksi penghijauan ini akan dilakukan secara serentak di 11 titik strategis, melibatkan sinergi lintas lembaga antara pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, dan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Fokus kegiatan berada di sepanjang tiga alur sungai besar: Tukad Ayung, Tukad Badung/Tukad Penet, dan Tukad Mati.
“Penanaman akan digelar bertepatan dengan Tumpek Wariga, hari suci penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan. Ini momentum yang sangat tepat untuk menghidupkan kembali semangat menjaga bumi", paparnya.
Puncak kegiatan akan dipusatkan di Bendung D.I. Mambal, Tukad Ayung, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Aksi besar ini melibatkan lebih dari 250 peserta, mulai dari OPD, Perumda, komunitas lingkungan, pelajar SD dan SMP, hingga aparat TNI/Polri.
“Seluruh elemen kami libatkan. Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi gerakan nyata untuk masa depan lingkungan Badung yang lebih hijau,” ucap Narayana.
Gerakan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam menjaga keseimbangan alam serta memperkuat komitmen Badung sebagai kabupaten ramah lingkungan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 426 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 367 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 356 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang