Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Wisatawan China Meninggal di Canggu, Polisi Pastikan Bukan Keracunan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kasus meninggalnya seorang wisatawan asing asal China dan enam lainnya yang mengalami diare saat menginap di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, menjadi sorotan setelah sejumlah media internasional mengaitkannya dengan dugaan keracunan.
Namun, hasil penyelidikan kepolisian menyebut penyebab kematian korban lebih mengarah pada gangguan pencernaan akut.
Korban bernama Deqingzhuoga (25) ditemukan meninggal dunia pada 2 September 2025. Insiden ini cepat menyebar di media asing yang sempat menyebut kemungkinan keracunan fumigasi kutu busuk atau keracunan makanan bersama rekan-rekannya.
Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menegaskan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat kematian akibat diare berat.
"Sebab pasti kematian pasti orang tidak dapat ditentukan, akan tetapi sebab mati karena iritasi saluran pencernaan yang menimbulkan diare yang mengakibatkan kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat disingkirkan," kata Ayu, Jumat (21/11/2025).
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel muntah korban juga tidak menunjukkan jejak racun berbahaya, termasuk pestisida, narkoba, sianida, logam berat, bahan kimia, maupun metanol. Autopsi yang dilakukan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar turut mengonfirmasi tidak ditemukan tanda kekerasan.
Pada pemeriksaan bagian dalam tubuh, dokter menemukan bercak perdarahan pada selaput lendir lambung, cairan berwarna hitam kehijauan di rongga lambung serta iritasi pada saluran usus—indikasi umum dari penyakit diare.
Selain Deqingzhuoga, enam wisatawan lainnya juga mengalami gejala serupa dan sempat dirawat di beberapa fasilitas kesehatan berbeda. Mereka berasal dari China, Jerman, Arab Saudi, dan Filipina.
Sebelum meninggal, korban sempat mengeluh sakit kepala, lemas, dan muntah saat mendatangi resepsionis hostel pada malam sebelumnya. Saksi menyebut korban menolak ditawari makanan dan hanya meminta air serta pisang.
Saksi juga menawarkan memanggil dokter, namun korban menanyakan biaya pengobatan dan belum mendapat kepastian. Sekitar pukul 00.30 WITA, korban akhirnya dibawa ke klinik menggunakan transportasi daring dan diberikan resep obat sebelum membeli obat di apotek.
Keesokan harinya, teman sekamar korban dan tamu lainnya mulai mengalami mual, muntah, dan diare sehingga dirawat di beberapa rumah sakit di kawasan Kuta.
Saat petugas Polsek Kuta Utara datang ke lokasi, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Pemeriksaan dokter dari Clinic Nusa Medical menyebut korban telah meninggal antara 2 hingga 12 jam sebelumnya.
Sejumlah obat yang ditemukan di barang pribadi korban turut diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.
"Dengan demikian, kematian korban diduga kuat disebabkan oleh kondisi kesehatan/penyakit yang dideritanya, bukan karena tindak pidana. Namun demikian, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab pasti," kata Ayu. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun