Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Hari AIDS Sedunia 2025, Gianyar Perkuat Layanan ARV untuk ODHIV
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmen daerah dalam memastikan seluruh Orang dengan HIV (ODHIV) dapat mengakses pengobatan antiretroviral (ARV) secara rutin setiap bulan, tanpa hambatan dan tanpa stigma.
Keberlanjutan layanan ini menjadi sorotan utama sejalan dengan tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Dra. Ni Nyoman Ariyuni, M.AP, Kamis (4/12), mengatakan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia bukan hanya sebagai pengingat atas mereka yang wafat akibat AIDS, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat respons kesehatan masyarakat. Fokus utama tahun ini adalah memastikan sistem layanan HIV tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di Gianyar, komitmen tersebut diwujudkan melalui perluasan layanan serta peningkatan akses pengobatan bagi ODHIV. Saat ini, sebanyak 1.452 ODHIV tercatat aktif mengakses ARV setiap bulan di berbagai fasilitas kesehatan. Mereka memperoleh obat secara teratur di RSUD Sanjiwani, RSU Payangan, RSU Ari Canti, RSU Ganesha, serta puskesmas seperti Ubud I, Ubud II, Tegalalang I, Gianyar I, dan Sukawati I.
Tak hanya pengobatan, skrining atau tes HIV juga terus diperluas. Sepanjang 2025, seluruh UPTD puskesmas, RSUD Sanjiwani, RSU Payangan, serta sejumlah rumah sakit swasta hingga klinik telah menyediakan layanan tes HIV. Rata-rata setiap bulan sekitar 850 warga menjalani pemeriksaan, dengan temuan sekitar 16 kasus baru yang langsung ditangani sesuai standar medis.
Ariyuni menegaskan, meningkatnya kualitas layanan membuat sejumlah fasilitas kesehatan di Gianyar kini menjadi rujukan bagi wilayah luar Gianyar bahkan luar Bali. Di saat yang sama, Dinas Kesehatan terus memperkuat strategi penanggulangan HIV-AIDS melalui edukasi berkelanjutan, layanan Mobile VCT bagi populasi berisiko, pendampingan sebaya, penelusuran ODHIV yang putus berobat, hingga penyaluran 40 paket sembako bagi ODHIV kurang mampu.
Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) juga terus dipertegas sebagai bagian dari target nasional eliminasi HIV pada anak. Ariyuni mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, terutama bagi mereka yang memiliki perilaku berisiko. Deteksi dini dinilai sangat penting karena mampu menyelamatkan nyawa serta memungkinkan ODHIV segera memperoleh ARV untuk menjaga kualitas hidup tetap optimal sekaligus menekan risiko penularan.
Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini kembali menggarisbawahi lima pesan kunci, yakni memperkuat respons yang tangguh, menjamin layanan bebas stigma, meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat, mendorong inovasi pendanaan, serta mewujudkan Indonesia tanpa AIDS pada 2030.
“Seluruh tenaga kesehatan di Gianyar berkomitmen menjaga keberlanjutan layanan, memastikan tidak ada satu pun ODHIV yang tertinggal dari pendampingan maupun pengobatan,” tegas Ariyuni.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 409 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 352 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang