Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jejak Alat Berat Terlihat, Lahan TNBB Dikabarkan Mulai Gundul

Kamis, 18 Desember 2025, 10:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jejak Alat Berat Terlihat, Lahan TNBB Dikabarkan Mulai Gundul.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Dugaan pembukaan lahan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, akhirnya mulai menemukan titik terang. 

Anggota DPRD Jembrana bersama perwakilan masyarakat melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan sebagian area hutan dalam kondisi terbuka, Rabu (17/12/2025).

Pengecekan lapangan Rabu siang itu memperlihatkan kawasan yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan kini tampak gundul. Sejumlah titik menunjukkan tanah telah diratakan dan terlihat jejak lintasan alat berat yang mulai ditumbuhi rumput liar.

Lokasi hutan yang diduga dibuka ini berada tidak jauh dari Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk. Dari jalur utama, lokasi dapat dijangkau sekitar lima hingga sepuluh menit, dengan jarak kurang lebih seratus meter. Akses menuju area tersebut melewati lahan yang dikelola PT Wira Dharma Bhakti.

Pada tepi jalan terpampang papan informasi yang menyebutkan kawasan itu sebagai area wisata minat khusus berdasarkan izin pemanfaatan hutan. Larangan pembukaan lahan dan penebangan pohon juga tercantum dalam papan tersebut. Namun kondisi lapangan tampak berlawanan.

Perwakilan masyarakat Gilimanuk, I Gede Bangun Nusantara, menunjuk bekas lintasan alat berat yang diduga digunakan saat proses pembukaan lahan.

“Jejak alat beratnya masih terlihat jelas. Batas kawasan yang masih ada pohonnya juga tampak. Kalau dicocokkan dengan citra peta digital, perubahannya sangat kentara,” ungkap Bangun di lokasi.

Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan diduga berlangsung sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun 2025, dimulai dari area dekat jalan raya lalu berlanjut ke bagian dalam kawasan hutan.

Anggota DPRD Jembrana yang ikut peninjauan menegaskan temuan tersebut tidak bisa dianggap sepele. DPRD akan meminta penjelasan dari pihak pengelola dan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Bali Barat serta instansi terkait lainnya.

“Kami turun langsung agar mendapatkan gambaran nyata di lapangan. Setelah ini, tentu akan ada langkah lanjutan sesuai kewenangan kami,” ujar salah satu anggota DPRD Jembrana.

Informasi beredar menyebutkan kawasan hutan di Bali Barat diduga dikelola beberapa investor dengan luasan cukup besar, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan hektare.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami