Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hentikan Tragedi Bunuh Diri, Upacara Parisudha Jagat Digelar di Tukad Bangkung
bbn/dok Humas Pemprov/Hentikan Tragedi Bunuh Diri, Upacara Parisudha Jagat Digelar di Tukad Bangkung.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rentetan peristiwa bunuh diri berulang di kawasan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, memunculkan keprihatinan mendalam. Jembatan tertinggi di Bali ini menyisakan duka dan pertanyaan besar terkait keselamatan dan kondisi ruang sakral di sekitarnya.
Sebagai respons, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster dan Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta melaksanakan persembahyangan dalam Upacara Yadnya Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis (18/12).
Upacara dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memulihkan harmoni serta menetralkan energi kawasan, yang diyakini menanggung beban niskala akibat ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam dan ruang sakral. Berdasarkan kepercayaan lokal, kawasan itu dipercaya sebagai wilayah kerajaan wong samar, sementara dalam proses pembangunan jembatan diyakini belum sepenuhnya ditempuh izin niskala.
Fenomena bunuh diri di Tukad Bangkung dipandang tidak cukup dijelaskan dari aspek fisik dan keamanan saja. Cara beragama dan spiritualitas masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.
Upacara berlangsung khidmat dan dilanjutkan dengan pelepasan dua ekor kebo putih lanang-wadon, burung, serta lampion berjumlah 33 buah sebagai simbol penyucian dan harapan. Upacara dipuput oleh Jro Mangku Gede Made Pawitra dari Desa Bulian, didampingi prajuru adat dari berbagai desa.
Sejumlah pejabat hadir, termasuk Wakil Bupati Bangli Wayan Diar dan Anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati. Wakil Gubernur Bali menyerahkan punia Rp25 juta, sedangkan Putri Suastini Koster menyumbangkan tiga ekor kerbau.
Upacara Parisudha Jagat merupakan bagian dari Sad Kerthi, enam upaya menjaga kesucian alam semesta yang meliputi penyucian bhuana agung dan bhuana alit agar tercipta keseimbangan sekala-niskala. Pelaksanaannya melibatkan gotong royong berbagai yayasan, komunitas spiritual, organisasi adat, dan tokoh masyarakat Bali.
Upacara ini menjadi pengingat bahwa persoalan bunuh diri membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk spiritual dan kultural, untuk membangun kesadaran dan harapan. Jembatan Tukad Bangkung diharapkan kembali menjadi simbol kehidupan dan peralihan menuju kebaikan.
Dengan dilaksanakannya upacara ini, harapan pun disematkan agar Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi jembatan kehidupan, bukan jembatan kematian—sebuah ruang suci yang mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak, menunduk pada bumi, dan memilih untuk tetap hidup.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan