Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
BI Bali Proyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Rp2,9 Triliun Jelang Nataru
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (BI Bali) memproyeksikan kebutuhan uang tunai di Bali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebesar Rp2,9 triliun.
Jumlah ini meningkat 3,57% dibandingkan kebutuhan uang di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu optimisme pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 serta meningkatnya aktivitas wisatawan saat libur akhir tahun di Bali. BI Bali memastikan ketersediaan uang layak edar dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan tepat waktu bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa BI Bali menggiatkan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling menjelang Nataru. Sepanjang Desember 2025, mobil kas keliling telah melayani penukaran di sejumlah titik di Kabupaten Jembrana, antara lain di pertokoan Negara dan rest area Men Tempeh Gilimanuk, dengan realisasi penukaran mencapai Rp945.761.000.
"Selanjutnya, khusus pada momen Natal 2025, BI menggelar kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 dengan tema “Rupiah Terjaga Untuk Natal Penuh Kasih" yang berlangsung 9–23 Desember 2025," sebutnya dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Pada kegiatan SERUNAI, BI memperluas layanan penukaran melalui kas keliling di titik prioritas, seperti tempat ibadah, institusi pendidikan Kristiani, dan lokasi strategis lain. Pada 9–11 Desember 2025, layanan penukaran di tiga titik, yakni Yayasan Anugrah Denpasar, SD Santo Yoseph 2 Denpasar dan Yayasan Kristen Harapan, mencatat realisasi penukaran total Rp400.203.000.
Selain mobil kas keliling, BI bersinergi dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang rusak, cacat, dan yang dicabut dari peredaran. Masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR.
BI mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham terhadap Rupiah melalui 5J: jangan dilipat, jangan disteples, jangan diremas, jangan dicoret, dan jangan dibasahi. Edukasi waspada uang palsu juga ditekankan melalui prinsip 3D: dilihat, diraba, diterawang.
Di sisi non-tunai, BI Bali telah menyiapkan strategi akselerasi transaksi digital melalui penguatan infrastruktur, edukasi, dan peningkatan kenyamanan wisatawan. Hingga Oktober 2025, pencapaian volume transaksi QRIS telah mencapai 134,59 juta, merchant mencapai 1,05 juta, dan user 1,05 juta.
Turis mancanegara dapat memanfaatkan layanan tourist travel pack di Bandara Internasional Ngurah Rai untuk mendukung transaksi non-tunai dengan QRIS dan kartu uang elektronik selama berada di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan