Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
BI Bali Proyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Rp2,9 Triliun Jelang Nataru
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (BI Bali) memproyeksikan kebutuhan uang tunai di Bali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebesar Rp2,9 triliun.
Jumlah ini meningkat 3,57% dibandingkan kebutuhan uang di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu optimisme pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 serta meningkatnya aktivitas wisatawan saat libur akhir tahun di Bali. BI Bali memastikan ketersediaan uang layak edar dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan tepat waktu bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa BI Bali menggiatkan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling menjelang Nataru. Sepanjang Desember 2025, mobil kas keliling telah melayani penukaran di sejumlah titik di Kabupaten Jembrana, antara lain di pertokoan Negara dan rest area Men Tempeh Gilimanuk, dengan realisasi penukaran mencapai Rp945.761.000.
"Selanjutnya, khusus pada momen Natal 2025, BI menggelar kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 dengan tema “Rupiah Terjaga Untuk Natal Penuh Kasih" yang berlangsung 9–23 Desember 2025," sebutnya dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Pada kegiatan SERUNAI, BI memperluas layanan penukaran melalui kas keliling di titik prioritas, seperti tempat ibadah, institusi pendidikan Kristiani, dan lokasi strategis lain. Pada 9–11 Desember 2025, layanan penukaran di tiga titik, yakni Yayasan Anugrah Denpasar, SD Santo Yoseph 2 Denpasar dan Yayasan Kristen Harapan, mencatat realisasi penukaran total Rp400.203.000.
Selain mobil kas keliling, BI bersinergi dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang rusak, cacat, dan yang dicabut dari peredaran. Masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR.
BI mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham terhadap Rupiah melalui 5J: jangan dilipat, jangan disteples, jangan diremas, jangan dicoret, dan jangan dibasahi. Edukasi waspada uang palsu juga ditekankan melalui prinsip 3D: dilihat, diraba, diterawang.
Di sisi non-tunai, BI Bali telah menyiapkan strategi akselerasi transaksi digital melalui penguatan infrastruktur, edukasi, dan peningkatan kenyamanan wisatawan. Hingga Oktober 2025, pencapaian volume transaksi QRIS telah mencapai 134,59 juta, merchant mencapai 1,05 juta, dan user 1,05 juta.
Turis mancanegara dapat memanfaatkan layanan tourist travel pack di Bandara Internasional Ngurah Rai untuk mendukung transaksi non-tunai dengan QRIS dan kartu uang elektronik selama berada di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2409 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun