Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Harga Bumbu Dapur di Bangli Turun Saat Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, BANGLI.
Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Bali justru berdampak berbeda terhadap harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bangli.
Jika biasanya kondisi cuaca ekstrem memicu kenaikan harga, kali ini sejumlah bumbu dapur justru mengalami penurunan harga di pasaran.
Penurunan harga ini disinyalir terjadi karena para petani memilih melakukan panen lebih awal untuk mengantisipasi kerusakan tanaman akibat cuaca ekstrem. Dampaknya, pasokan bumbu dapur di pasaran menjadi melimpah.
Pantauan di Pasar Kidul Bangli pada Selasa (13/1/2026) menunjukkan, sebagian besar harga bumbu dapur mengalami penurunan yang terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir. Salah seorang pedagang, Ni Komang Tri, menyebutkan harga bumbu dapur terus menurun karena stok yang berlimpah, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun.
Harga cabai rawit saat ini turun cukup signifikan, dari sebelumnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Cabai lombok juga mengalami penurunan dari Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai keriting turun dari Rp40 ribu menjadi sekitar Rp25 ribu per kilogram. Bawang merah Bima yang sebelumnya dijual Rp50 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp40 ribu per kilogram. Penurunan paling signifikan terjadi pada bawang merah Songan yang turun dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Di tengah tren penurunan tersebut, hanya bawang putih yang mengalami kenaikan harga, dari sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi stok bawang putih yang tidak sebanyak komoditas lainnya.
Melimpahnya stok bumbu dapur tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari luar daerah yang tengah memasuki masa panen raya. Kondisi ini membuat pasokan di pasar meningkat, sementara jumlah pembeli relatif sedikit.
Akibat penurunan harga tersebut, omzet pedagang pun ikut merosot. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 30 kilogram bumbu dapur per hari, kini penjualan menurun drastis menjadi sekitar 10 hingga 15 kilogram per hari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 670 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 489 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 471 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik