Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Longsor Proyek di Ungasan, Dua Buruh Tewas Tertimbun

Jumat, 23 Januari 2026, 19:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Longsor Proyek di Ungasan, Dua Buruh Tewas Tertimbun.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Peristiwa tragis terjadi di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (23/1/2026) siang. Sejumlah buruh proyek tertimbun tanah longsor saat tengah bekerja. Akibat kejadian tersebut, dua orang buruh dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat.

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Farhan dan Shohibul Hasan, keduanya kelahiran Probolinggo dan tinggal di Dusun Nyabrang, Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Sementara korban selamat bernama Mohammad Waki, kelahiran Probolinggo, yang berdomisili di Dusun Kemirian, Desa Bladokulon, Kecamatan Tegal Siwalan.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang juga rekan kerja korban, saat kejadian terdapat delapan pekerja yang sudah bekerja sejak pagi hari. Dari jumlah tersebut, tiga orang berada di bagian atas proyek, sementara lima lainnya berada di bawah.

Tak berselang lama setelah pekerjaan dimulai, terdengar suara gemuruh dari arah atas proyek. Suara tersebut berasal dari longsoran tanah yang terjadi secara tiba-tiba. Lima pekerja yang berada di bawah berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menjauh, sedangkan tiga pekerja yang berada di atas tertimbun longsoran akibat senderan tembok yang ambruk.

"Tiga pekerja proyek yang berada di atas tertimbun longsor," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, Jumat (23/1/2026).

Mendapat laporan kejadian, Basarnas Denpasar segera menerjunkan 10 personel ke lokasi kejadian. Proses evakuasi turut didukung unsur TNI-Polri serta potensi SAR lainnya, dengan membawa kendaraan Rapid Deployment Land SAR Unit dan Rescue Car Type 1 beserta peralatan ekstrikasi.

Setibanya di lokasi, tim SAR terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Hal ini dilakukan mengingat kondisi di sekitar lokasi longsor masih labil dan ditemukan sejumlah retakan tanah.

"Dengan pertimbangan keselamatan dikerahkan peralatan berat. Meskipun peralatan berat beroperasi, tetap dalam pengawasan dari tim rescue," ujar Sidakarya.

Proses pencarian dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menghindari potensi longsor susulan. Pengerukan awal menemukan tas milik korban, yang kemudian menjadi titik fokus pencarian. Pada pukul 14.40 Wita, korban Farhan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah Shohibul Hasan berhasil dievakuasi pada pukul 15.00 Wita.

"Dapat kami informasikan 1 orang dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan 2 orang dalam kondisi meninggal dunia," jelas Sidakarya.

Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Prof. Ngoerah menggunakan ambulans milik Yayasan Masjid Al Fattah. Hingga sore hari, aparat Polsek Kuta Selatan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Kapolsek Kuta Selatan AKP Bhayangkara Putra Sejati, SIK tampak berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan tim terkait guna mendalami kronologis kejadian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami