Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penyaluran KUR Bank BPD Bali Tembus Rp1,768 Triliun ke 8.946 Debitur di 2025

Jumat, 23 Januari 2026, 21:33 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Penyaluran KUR Bank BPD Bali Tembus Rp1,768 Triliun ke 8.946 Debitur di 2025.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bank BPD Bali kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui capaian penyaluran kredit yang solid sepanjang 2025. 

Selaras dengan visi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dan Ekonomi Kerthi Bali, bank milik daerah ini berhasil merealisasikan target Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 100 persen.

Hingga akhir 2025, Bank BPD Bali menyalurkan KUR sebesar Rp1,768 triliun kepada 8.946 debitur di seluruh Bali. Penyaluran tersebut difokuskan pada penguatan ekonomi riil, dengan porsi 61 persen mengalir ke sektor produksi dan 39 persen ke sektor non-produksi.

Komitmen ini berbuah apresiasi dari Kementerian Perekonomian. Bank BPD Bali masuk dalam empat besar lembaga keuangan di Regional Jawa II, Bali, Nusra yang menyalurkan lebih dari 60 persen KUR ke sektor produksi, khususnya pertanian, industri pengolahan, dan perikanan.

Secara rinci, realisasi KUR 2025 terdiri atas KUR Kecil sebesar Rp1,448 triliun kepada 4.903 debitur, KUR Mikro Rp320 miliar untuk 3.988 debitur, serta KUR Super Mikro Rp550 juta yang menjangkau 55 debitur.

Di luar KUR, Bank BPD Bali turut mendorong kemandirian pangan melalui Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) dengan realisasi Rp8,29 miliar atau 100 persen dari target. Dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja juga dilakukan lewat Kredit Industri Padat Karya (KIPK) sebesar Rp3,3 miliar, serta penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) bagi masyarakat.

Atas kontribusi tersebut, Bank BPD Bali sebelumnya meraih apresiasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali pada Oktober 2025 dalam ajang Bali Green Economy Forum atas keberhasilan menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM.

Kinerja penyaluran kredit ini dibarengi penerapan manajemen risiko yang ketat. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) terjaga pada level 0,80 persen, mencerminkan kualitas portofolio yang sehat.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan capaian 2025 merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah dan perbankan yang berpijak pada kebijakan ekonomi nasional.

"Pencapaian target KUR di tahun 2025 merupakan wujud nyata kontribusi Bank BPD Bali dalam mengimplementasikan program Asta Cita Pemerintah Pusat, khususnya dalam memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput dan menciptakan lapangan kerja melalui sektor produktif. Kami tidak hanya sekadar menyalurkan modal, tetapi memastikan modal tersebut efektif mendorong UMKM naik kelas," ujar I Nyoman Sudharma.

"Kami akan terus mengakselerasi pemberdayaan UMKM serta perekonomian daerah. Hal ini merupakan perwujudan program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun ekonomi dari bawah. Kami berkomitmen di tahun 2026, Bank BPD Bali mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Bali, meningkatkan ketahanan ekonomi daerah, dan tetap menjadi bank yang pruden dengan risiko kredit yang minimal," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: BPD Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami