Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Kronologi Longsor Proyek di Ungasan, Dua Buruh Tewas Tertimbun Tebing
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peristiwa longsor maut terjadi di proyek penataan lahan di Jalan Alas Arum (Utara Jembatan Bali Cliff), Banjar Mekar Sari, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat 23 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WITA.
Dua buruh proyek dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dari sandaran tebing.
Dua korban meninggal dunia yakni Shohibul Hasan (24) asal Probolinggo dan Farhan Yudistian (14) asal Jember, Jawa Timur. Sementara dua buruh lainnya berhasil selamat, masing-masing Mohamad Waki (19) asal Probolinggo dan Joko Sambang (38) asal Lumajang, Jawa Timur, yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, sebelum kejadian, sejumlah pekerja tengah membuat pondasi cakar ayam di bagian utara proyek pembangunan jalan di area tebing. Namun secara tiba-tiba terjadi longsor dari sandaran tebing yang berada di atas lokasi kerja.
"Tiba-tiba terdengar suara reruntuhan (longsor) dari sandaran tebing. Para pekerja lainnya segera berlari mendekati lokasi kejadian, dan melihat ternyata sandaran penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja," ungkap sumber.
Menyadari kejadian tersebut, para pekerja langsung berupaya melakukan evakuasi secara manual. Mereka lebih dulu menolong Joko Sambang (38) yang tertimbun tanah pada bagian kaki hingga pinggang.
Korban lainnya, Farhan Yudistian, juga berhasil dievakuasi. Namun kondisinya cukup parah karena tertimpa batu. Ia mengalami luka memar di bagian wajah dan dada, serta mengeluarkan darah dari telinga.
"Korban Farhan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi saat dalam penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia," terang sumber.
Saksi Heru Irfan Syah (42) asal Jember, yang merupakan operator alat berat di lokasi proyek, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku mendengar suara reruntuhan besar sekitar pukul 11.00 WITA, lalu melihat seseorang melambaikan tangan meminta pertolongan.
"Saksi Heru membawa eksavator mendekat untuk memberikan pertolongan. Sesampainya dilokasi, saksi melihat ada seorang laki-laki dengan kondisi tertimbun setengah badan pada bagian kaki sambil teriak minta tolong," beber sumber.
Tak berselang lama, pekerja dari proyek lain ikut berdatangan membantu proses evakuasi. Korban Shohibul Hasan berhasil dikeluarkan dari timbunan longsor dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Saksi lainnya, Nyoman Lanus (38) asal Banjar Minyak, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, mengatakan dirinya sedang bekerja membuat pondasi cakar ayam di lokasi yang sama saat kejadian berlangsung.
Ia mendengar suara runtuhan dari arah atas sungai kering, lalu bersama pekerja lainnya mendekati lokasi untuk memberikan pertolongan.
"Kami melihat sandaran penahan jalan telah roboh dan menimpa beberapa pekerja. Saya bersama temen2 pekerja lain berhasil menolong beberapa pekerja yang sempat tertimbun oleh reruntuhan, saya berhasil menyelamatkan saudara Farhan dan saudara Joko," ujar saksi.
Namun kondisi Farhan saat itu sangat memprihatinkan. Ia tertimbun material dan batu besar, mengalami memar di wajah dan dada, serta pendarahan dari telinga. Setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong.
"Korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, ada ususnya sudah terurai keluar dan tulang leher patah," beber sumber.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan proses evakuasi dilakukan oleh Basarnas dengan dukungan TNI-Polri dan potensi SAR lainnya. Sebanyak 10 personel Basarnas dikerahkan menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit dan Rescue Car Type 1 lengkap dengan peralatan ekstrikasi.
Proses evakuasi berlangsung sangat hati-hati mengingat kondisi tanah di sekitar longsoran masih labil dan terlihat adanya retakan. Petugas melakukan pengerukan secara perlahan dan bertahap untuk menghindari longsor susulan.
Sekitar pukul 14.40 WITA, korban Farhan Yudistian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah Shohibul Hasan berhasil dievakuasi pada pukul 15.00 WITA. Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar menggunakan ambulans.
"Dapat kami informasikan 1 orang dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan 2 orang dalam kondisi meninggal dunia," tegas Sidakarya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang