Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Didampingi Psikolog, Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan di Baturiti Tetap Berlanjut
beritabali/ist/Didampingi Psikolog, Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan di Baturiti Tetap Berlanjut.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan masa depan pendidikan anak-anak KD, warga Desa Sidetapa yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan massa di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, tetap menjadi perhatian. Selain menjamin keberlanjutan pendidikan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikolog untuk membantu memulihkan kondisi mental anak-anak korban.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman, mengatakan pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng serta Camat Banjar telah mengunjungi rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.
"Kami tadi sudah berkunjung ke rumah duka bersama Kadisdikpora dan Camat. Astungkara kondisinya kondusif, hanya saja keluarga dan warga masih dalam suasana berduka," ujar Kariaman.
Baca juga:
Perbekel Sidetapa Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya KD, Keluarga Segera Tempuh Jalur Hukum
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai kepada istri, anak-anak, serta orang tua korban sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah berduka.
Kariaman menjelaskan, KD berasal dari keluarga kurang mampu dan selama ini telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada bantuan sosial semata.
Menurutnya, Bupati Buleleng, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah memberikan perhatian khusus agar pendidikan ketiga anak korban tetap dapat dilanjutkan.
"Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda sangat mengharapkan agar pendidikan anak-anak korban tetap berlanjut," katanya.
Untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, anak-anak korban akan difasilitasi melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Bahkan, anak kedua korban yang saat ini duduk di bangku kelas I SMK akan diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
Selain bantuan pendidikan, Dinsos P3A juga akan mengusulkan istri korban sebagai penerima program pemberdayaan ekonomi keluarga. Pemerintah juga mengupayakan agar keluarga tersebut memperoleh bantuan melalui Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan terhadap kondisi psikologis anak-anak korban. Dinsos P3A menjadwalkan penurunan tim psikolog mulai Senin (27/7/2026) untuk memberikan pendampingan dan memantau perkembangan mental mereka pascakehilangan sang ayah.
"Mulai besok kami lakukan pendampingan psikolog. Secara kasat mata kondisinya memang mulai membaik, tetapi pendampingan tetap wajib dilakukan agar peristiwa ini tidak menjadi beban berkepanjangan bagi anak-anak, sekaligus mengukur sejauh mana tingkat depresi yang mereka alami," pungkas Kariaman.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1989 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1858 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1758 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun