Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Didampingi Psikolog, Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan di Baturiti Tetap Berlanjut

Minggu, 26 Juli 2026, 15:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Didampingi Psikolog, Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan di Baturiti Tetap Berlanjut.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan masa depan pendidikan anak-anak KD, warga Desa Sidetapa yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan massa di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, tetap menjadi perhatian. Selain menjamin keberlanjutan pendidikan, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikolog untuk membantu memulihkan kondisi mental anak-anak korban.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman, mengatakan pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng serta Camat Banjar telah mengunjungi rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.

"Kami tadi sudah berkunjung ke rumah duka bersama Kadisdikpora dan Camat. Astungkara kondisinya kondusif, hanya saja keluarga dan warga masih dalam suasana berduka," ujar Kariaman.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai kepada istri, anak-anak, serta orang tua korban sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah berduka.

Kariaman menjelaskan, KD berasal dari keluarga kurang mampu dan selama ini telah terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti pada bantuan sosial semata.

Menurutnya, Bupati Buleleng, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah memberikan perhatian khusus agar pendidikan ketiga anak korban tetap dapat dilanjutkan.

"Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda sangat mengharapkan agar pendidikan anak-anak korban tetap berlanjut," katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan pendidikan, anak-anak korban akan difasilitasi melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Bahkan, anak kedua korban yang saat ini duduk di bangku kelas I SMK akan diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Karangasem dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.

Selain bantuan pendidikan, Dinsos P3A juga akan mengusulkan istri korban sebagai penerima program pemberdayaan ekonomi keluarga. Pemerintah juga mengupayakan agar keluarga tersebut memperoleh bantuan melalui Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atau bedah rumah.

Di sisi lain, perhatian juga diberikan terhadap kondisi psikologis anak-anak korban. Dinsos P3A menjadwalkan penurunan tim psikolog mulai Senin (27/7/2026) untuk memberikan pendampingan dan memantau perkembangan mental mereka pascakehilangan sang ayah.

"Mulai besok kami lakukan pendampingan psikolog. Secara kasat mata kondisinya memang mulai membaik, tetapi pendampingan tetap wajib dilakukan agar peristiwa ini tidak menjadi beban berkepanjangan bagi anak-anak, sekaligus mengukur sejauh mana tingkat depresi yang mereka alami," pungkas Kariaman.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami