Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kepala BPN Bali Juga Dilaporkan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, dilaporkan ke dua direktorat berbeda di Polda Bali terkait dugaan pelanggaran hukum.
Selain laporan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Made Daging juga dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) atas dugaan pemalsuan surat.
Baca juga:
Kepala BPN Bali Jadi Tersangka, Tak Ditahan
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy SIK, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan, penanganan laporan dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing direktorat.
"Ya, ada dua laporan pertama di Ditreskrimsus terkait kewenangan yang bersangkutan. Sedangkan dugaan soal pemalsuan surat ditangani Ditreskrimum. Untuk jelasnya saya akan cek dulu," bebernya di Mapolda Bali.
Terkait laporan dugaan pemalsuan surat, Ariasandy menyampaikan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Bali telah melayangkan surat pemanggilan pertama kepada Made Daging. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.
"Surat panggilan pertama yang bersangkutan (Made Daging) tidak datang. Mungkin hari ini panggilan kedua. Untuk kejelasannya saya cek dulu ke penyidik," ungkapnya lagi.
Ia menegaskan, mekanisme pemanggilan telah dilakukan sesuai prosedur hukum. Jika terlapor tidak hadir pada panggilan pertama, penyidik akan mengirimkan panggilan kedua. Apabila panggilan kedua juga tidak diindahkan, maka penyidik berwenang melakukan upaya pemanggilan paksa.
Kombespol Ariasandy juga menjelaskan bahwa dalam perkara dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun, tersangka pada prinsipnya tidak dilakukan penahanan, kecuali terdapat kekhawatiran akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.
Menanggapi langkah praperadilan yang diajukan Made Daging terkait penetapan dirinya sebagai tersangka, Ariasandy menilai hal tersebut sebagai hak setiap warga negara.
"Polda Bali yakin penetapan tersangka sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan