Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sentilan Presiden soal Sampah di Kuta, Bupati Badung: Ini Warning Serius
BERITABALI.COM, BADUNG.
Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan penanganan sampah di pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/1/2025).
Sorotan tersebut mendapat respons dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Menurutnya, apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan peringatan penting bagi daerah, khususnya Badung yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
"Ini bagus, ini warning buat kita. Jadi kita ini sudah diingatkan oleh Pak Presiden. Kita di Bali ini kan hidup dari pariwisata, sedangkan pantai-pantai kita dianggap oleh beliau itu kurang bersih," jelasnya, Kamis (5/2/2026) di Mengwi, Badung.
Adi Arnawa menjelaskan, sampah yang ditunjukkan Presiden kemungkinan besar merupakan sampah kiriman yang datang kembali setelah dilakukan pembersihan. Fenomena tersebut, kata dia, kerap terjadi pada bulan-bulan tertentu akibat faktor arus laut dan angin.
"Beliau melihat ada sampah-sampah dan memang kenyataannya benar, sampah-sampah itu ada.Sampah ini kan sampah-sampah kiriman. Yang rutin setiap kita terima di bulan terptentu.Karena, kita ingin semua menjaga pantai, tapi tidak menutup kemungkinan setelah kita bersihkan, bentar lagi ada sampah, kan sampah ini nggak pernah hilang. Inilah yang mungkin dilihat," paparnya.
Meski demikian, Bupati Badung menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pembersihan pantai, khususnya di kawasan Kuta, telah dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak.
"Kami sudah secara rutin memerintahkan kepada DLHK, malahan sering komunitas-komunitas yang ada di Bali ini, termasuk di Badung khususnya saya lihat, termasuk teman- teman stakeholder pariwisata ikut membantu proses bersih- bersih di pantai", ujarnya.
Selain persoalan sampah, Presiden Prabowo juga menyoroti penataan reklame yang dinilai semrawut dan mengganggu estetika kawasan. Reklame berukuran besar yang terpasang di pinggir jalan menjadi perhatian khusus Presiden.
"Beliau bilang masalah reklame-reklame dibilang itu juga.Reklame - reklame kok banyak.Beliau menyampaikan, bahwa beliau pulang dari Hambalang, itu di sepanjang jalan ada, reklame, bertuliskan beli satu dapat satu gratis gitu, banyak dan gede-gede sekali.Saya pikir ini kan benar juga, apalagi kita sebagai daerah pariwisata yang memang kita harus menata estetika kita," bebernya.
Adi Arnawa menambahkan, secara regulasi pengaturan reklame sebenarnya sudah diatur melalui Dinas Perizinan. Namun, ke depan Pemerintah Kabupaten Badung akan mengambil langkah lebih tegas dalam penataan reklame agar selaras dengan wajah pariwisata daerah.
"Memang saya sekarang akan mengambil langkah-langkah terkait dengan penataan billboard, penataan di dalamnya, adalah penataan reklame.Kita tentu nanti ada pengaturan, saya kira di perizinan sebenarnya sudah ada regulasinya, tinggal kita lihat implementasinya," pungkas Adi Arnawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan