Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bisnis Sewa Hotel dan Kantor Sepi, Properti di Bali Melambat

Rabu, 11 Februari 2026, 14:51 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Bisnis Sewa Hotel dan Kantor Sepi, Properti di Bali Melambat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Perkembangan sektor properti komersial di Bali menunjukkan sinyal perlambatan. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan harga properti komersial di Pulau Dewata menurun signifikan, seiring melemahnya permintaan, khususnya pada segmen hotel dan perkantoran sewa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan kondisi tersebut tercermin dalam hasil Perkembangan Properti Komersial (PPKom) Bank Indonesia Bali. Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan IV 2025 hanya tumbuh 0,68 persen secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,56 persen (yoy).

“Perlambatan harga properti komersial di Bali mencerminkan adanya penyesuaian pelaku usaha terhadap kondisi permintaan yang melandai, terutama pada segmen hotel dan perkantoran sewa,” ujar R. Erwin Soeriadimadja dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Secara tahunan, pertumbuhan harga masih ditopang oleh segmen perkantoran sewa sebesar 5,93 persen (yoy), ritel sewa 0,51 persen (yoy), serta hotel 0,68 persen (yoy). Namun secara kuartalan, kondisi pasar justru mengalami pelemahan. Pada triwulan IV 2025, harga properti komersial terkontraksi sebesar minus 3,16 persen (quarter to quarter/qtq).

Penurunan ini terjadi seiring koreksi harga oleh pelaku usaha perhotelan guna menjaga daya saing di tengah turunnya permintaan. Indeks Permintaan Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan IV 2025 tercatat turun 4,80 persen (yoy), didorong oleh penurunan permintaan perkantoran sewa sebesar 5,98 persen (yoy) dan hotel sebesar 6,71 persen (yoy).

Menurut Erwin, perubahan pola kerja turut memengaruhi permintaan ruang perkantoran.

“Responden kami menyampaikan adanya pergeseran preferensi dari penggunaan kantor konvensional ke co-working space, sehingga berdampak pada menurunnya permintaan perkantoran sewa,” jelasnya.

Sementara itu, pada segmen hotel, penurunan permintaan terutama berasal dari wisatawan mancanegara. Kondisi ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya alternatif akomodasi seperti vila, apartemen, dan properti sewa harian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali juga menunjukkan penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang dan nonbintang pada November dan Desember 2025.

Di sisi pasokan, properti komersial di Bali masih menunjukkan ketahanan. Indeks Pasokan Properti Komersial pada triwulan IV 2025 tumbuh 0,69 persen (yoy), didorong oleh peningkatan pasokan apartemen sewa sebesar 13,07 persen (yoy) dan hotel sebesar 0,77 persen (yoy). Angka ini membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 0,07 persen (yoy).

Untuk menjaga keseimbangan pasar dan mendorong pertumbuhan yang sehat, Bank Indonesia terus mendorong pembiayaan sektor properti melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Melalui kebijakan ini, kami berharap pembiayaan perbankan tetap terjaga sehingga pasokan dan permintaan properti dapat seimbang dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan,” kata R. Erwin Soeriadimadja.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami