Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Founder Rumah Kakek Nilai Wali Kota Responsif Soal BPJS PBI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Founder Rumah Kakek, Ketut Udi Prayudi menilai pemberitaan yang berkembang terkait pernyataan Wali Kota Denpasar mengenai isu BPJS Kesehatan perlu dilihat secara lebih utuh dan proporsional.
Menurutnya, langkah Wali Kota Denpasar dapat dikategorikan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam merespons keresahan masyarakat atas kebijakan Pemerintah Pusat. Hal itu dinilainya sebagai bentuk kenegarawanan seorang pemimpin yang hadir di tengah dinamika masyarakat di Denpasar.
“Sebagai Founder Rumah Kakek, saya menegaskan bahwa Wali Kota Denpasar tidak salah langkah. Justru beliau sangat responsif dan hadir langsung di tengah warga kota untuk mencermati serta mengawal aturan yang dimaksud,” ujar Udi Prayudi saat ditemui di Rumah Kakek, Jalan Tregguli, Denpasar, Senin (16/2).
Ia menjelaskan, kehadiran langsung Wali Kota Denpasar di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap layanan dasar warga, khususnya di bidang kesehatan. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memastikan kebijakan pusat dapat dipahami dan diterapkan secara tepat di tingkat daerah tanpa merugikan masyarakat.
Menurutnya, dinamika kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan, membutuhkan komunikasi terbuka serta kehadiran langsung pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Dalam konteks ini, sikap Wali Kota yang segera memberikan klarifikasi dan menyesuaikan komunikasi publik menunjukkan kualitas kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab.
“Ini bukan soal mencari pembenaran, tetapi memastikan bahwa warga tetap terlindungi dan tidak menjadi korban dari kesimpangsiuran informasi. Wali Kota memilih turun langsung, mendengar, dan menjelaskan, Itu yang terpenting,” tambahnya.
Founder Rumah Kakek juga mengajak masyarakat dan media untuk menyikapi isu tersebut secara berimbang serta tidak menarik kesimpulan secara parsial. Ia menilai dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan publik dapat berjalan sesuai tujuan dan tetap berpihak pada kepentingan warga.
“Pemerintah kota dan masyarakat seharusnya berada dalam satu barisan. Yang dilakukan Wali Kota Denpasar adalah contoh bagaimana pemimpin hadir, bukan berjarak, saat warga membutuhkan kejelasan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang