Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Warung Nasi di Sangsit Ludes Terbakar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah warung nasi yang berlokasi di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kabupaten Buleleng, ludes terbakar pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80 juta.
Kapolsek Sawan, AKP Kadek Robin Yohana, mengatakan saat kebakaran terjadi, warung milik Komang Rasmini (55) dalam kondisi tutup. Api pertama kali diketahui oleh saksi bernama I Made Swartika yang rumahnya berada tepat di sebelah warung korban.
"Saksi melihat api sudah melalap bangunan warung. Temuannya itu kemudian langsung dilaporkan kepada korban. Sehingga korban dan anaknya bergegas mendatangi warung tersebut," jelas AKP Robin.
Setibanya di tempat kejadian perkara, api sudah membesar dan melahap hampir seluruh bangunan warung. Korban bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Baca juga:
Motor Terbakar di Underpass Dewa Ruci
"Satu unit mobil damkar di kerahkan ke TKP. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian," kata AKP Robin.
Berdasarkan keterangan korban, aktivitas terakhir di warung dilakukan sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah itu warung ditutup karena korban hendak pulang ke rumah untuk melaksanakan persembahyangan.
Akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp80 juta. Sejumlah barang di dalam warung, seperti empat unit telepon genggam, kulkas, kipas angin, televisi, tiga kompor gas, lima tabung gas, kasur, serta sejumlah dokumen penting, hangus dilalap api.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” tandas AKP Robin.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun