Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




KEK Kura Kura Bali Gandeng Nukari, Lahan dan Kolam Jadi Sumber Pangan Warga Serangan

Jumat, 20 Februari 2026, 23:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Kura Kura Bali/KEK Kura Kura Bali Gandeng Nukari, Lahan dan Kolam Jadi Sumber Pangan Warga Serangan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kawasan Ekonomi Khusus KEK Kura Kura Bali terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan area kawasan agar tetap produktif, hijau, dan bernilai guna, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.

Berkolaborasi dengan Komunitas Nukari Desa Serangan, KEK Kura Kura Bali menginisiasi Planting Program dan Floating Garden sebagai inovasi pemanfaatan lahan daratan dan kolam secara produktif bersama warga setempat.

Dalam kolaborasi ini, KEK Kura Kura Bali memfasilitasi ketersediaan area, sementara Komunitas Nukari Desa Serangan bertindak sebagai pelaksana teknis program. Nukari yang dikenal aktif dalam daur ulang plastik, instalasi seni, dan pembibitan tanaman, menghadirkan sentuhan kreatif yang tetap mengedepankan nilai budaya dan tradisi lokal.

Program penanaman ini disambut positif oleh masyarakat Desa Serangan karena membuka ruang produktif sekaligus wadah kreasi. Perwakilan Nukari, I Wayan Darmaja, menyampaikan bahwa sejumlah tanaman pangan yang ditanam sejak tiga bulan lalu mulai menghasilkan.

"Kita dari Nukari, diberikan wadah untuk menanam berbagai tanaman, seperti pisang, ketela rambat, ubi kayu, kunyit, sayuran hingga cabai. Dan itu sangat kita nikmati. Karena selain kita bisa nikmati saat sudah berbuah, hasilnya juga bisa dibagikan pada temanteman dari Nukari," ujar I Wayan Darmaja.

Hingga kini, belasan jenis tanaman pangan tersebut tumbuh subur di kawasan dan berdampingan dengan sekitar 700 ribu tanaman lain yang berada di KEK Kura Kura Bali. Keunggulan lainnya, tanaman tumbuh secara alami tanpa pupuk kimia karena di sekitar area tanam juga ditanam serai yang berfungsi sebagai pestisida nabati.

Selain lahan darat, kolaborasi ini juga mengembangkan Floating Garden atau taman terapung dengan memanfaatkan kolam seluas 1.713 meter persegi. Kolam yang sebelumnya berfungsi sebagai elemen dekoratif kini diubah menjadi area produktif yang memperkaya ekosistem ruang hijau terbuka.

Dengan kadar salinitas rendah dan pergerakan air yang stabil, kolam tersebut dinilai ideal sebagai lokasi percontohan budidaya tanaman terapung. Saat ini terdapat enam unit media tanam (bed) yang menjadi prototipe uji coba.

"Itu sistemnya kita survei dulu . Apa saja tanaman yang bisa tumbuh di pond ini. Setelah kita mengadakan survei, kita tanam sejumlah tanaman seperti rumput lilin, hingga tanaman pisang-pisangan. Kita juga mencoba (tanam) buah. Nah kita lihat di sini terdapat tanaman jambu air," jelas I Wayan Darmaja di lokasi floating garden.

Tak hanya tanaman buah dan hias, kolaborasi ini juga melakukan uji coba penanaman padi di media apung. Meski masih tahap awal, keberhasilan adaptasi padi dinilai membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan.

I Wayan Darmaja menambahkan, kedua program tersebut dirancang untuk menumbuhkan semangat local champion di Desa Serangan, sehingga mampu menginspirasi lebih banyak inisiatif positif di masa depan.

"Saya pribadi sudah merasakan manfaatnya. Di sini kami dibimbing dan sangat terbantu melalui pengembangan local champion seperti program ini. Hubungan antara masyarakat dengan Kura Kura Bali sangat terjalin dan kami merasa diperhatikan. Saya berharap program ini tetap eksis dan ke depannya dapat menginspirasi lebih banyak local champion untuk bergabung dan saling berkolaborasi secara positif."

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi PT Bali Turtle Island Development, Zefri Alfaruqy, menegaskan bahwa kolaborasi dengan masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam pengembangan KEK Kura Kura Bali.

“Kolaborasi ini merupakan cerminan dari semangat untuk tumbuh bersama, antara KEK Kura Kura Bali dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Zefri menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti Planting Program dan Floating Garden. Fokus pengembangan tidak hanya pada produktivitas lahan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga Desa Serangan dan sekitarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami