Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buka Konsulat di Bali, Dubes AS Soroti Maraknya Penipuan Wisatawan di Asia Tenggara

Rabu, 25 Februari 2026, 12:23 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Buka Konsulat di Bali, Dubes AS Soroti Maraknya Penipuan Wisatawan di Asia Tenggara.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Isu kejahatan penipuan digital atau scam menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Peter Mark Haymond di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Haymond menyampaikan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali untuk meningkatkan perlindungan dan layanan bagi warga negara Amerika yang berada di Pulau Dewata. Ia menyebut, sekitar 270 ribu warga Amerika tercatat berkunjung ke Bali pada tahun lalu, dengan sekitar 80 persen wisatawan Amerika ke Indonesia memilih Bali sebagai destinasi utama.

Di balik tingginya kunjungan tersebut, Dubes Haymond menyoroti ancaman global kejahatan penipuan yang kian marak di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut sejumlah negara seperti Thailand, Laos, Myanmar, dan Kamboja telah menjadi pusat penipuan lintas negara dengan kerugian besar, termasuk bagi warga Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu warga Amerika mengalami kerugian hingga 10 miliar dolar AS akibat berbagai modus scam. Menurutnya, Indonesia juga menghadapi potensi ancaman serupa, termasuk keberadaan pusat penipuan yang menyasar negara-negara berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas kejahatan tersebut, khususnya di kawasan destinasi wisata.

Menanggapi hal itu, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kerja sama Pemerintah Amerika Serikat dalam menjaga keamanan, termasuk perlindungan wisatawan asing dari kejahatan penipuan. Ia menilai keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Sebagai Gubernur, saya berkepentingan menjaga hubungan baik ini demi kepentingan rakyat Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster memaparkan bahwa Bali merupakan pulau kecil dengan luas hanya sekitar 0,1 persen dari wilayah Indonesia, namun memiliki kekuatan budaya yang menjadi daya tarik utama pariwisata dunia. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,1 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Ia menegaskan sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali. Namun, keberhasilan tersebut juga menghadirkan tantangan, termasuk persoalan keamanan, wisatawan asing bermasalah, serta potensi kejahatan lintas negara seperti penipuan dan narkotika.

Untuk itu, Pemprov Bali tengah memperkuat tata kelola pariwisata bermartabat dan berkualitas, termasuk melalui regulasi pengendalian wisatawan asing, penguatan desa adat, serta peningkatan pengawasan dan penegakan hukum. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan Bali tetap aman, nyaman, dan terlindungi dari praktik kejahatan, termasuk scam yang dapat merugikan wisatawan maupun masyarakat lokal.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami