Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Konflik Timur Tengah, Disnaker Buleleng Pantau Nasib 769 PMI
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran atas keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kawasan Timur Tengah, termasuk ratusan PMI asal Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan data, jumlah PMI asal Buleleng yang tercatat bekerja di kawasan tersebut mencapai ratusan orang. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Putu Arimbawa, Selasa (3/3), mengatakan penanganan PMI di wilayah Timur Tengah saat ini dipusatkan di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Baca juga:
Perang Timur Tengah: 5 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Cancel, Ribuan Penumpang Terdampak
“Untuk kondisi terkini WNI di Timur Tengah, kami masih menunggu update dari BP3MI Bali. Sampai saat ini kami belum menerima arahan khusus,” ujarnya.
Arimbawa menyebutkan, KBRI di masing-masing negara tujuan juga belum mengeluarkan perintah evakuasi bagi PMI. Meski demikian, pihaknya mengimbau PMI yang berada di wilayah rawan konflik untuk membatasi pergerakan demi menjaga keamanan.
“Informasi terakhir dari kedutaan, belum ada perintah evakuasi. Namun memang di daerah tertentu ada pembatasan pergerakan karena situasi keamanan,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data resmi KP2MI tahun 2024, sebagian besar PMI asal Buleleng berada di Turki sebanyak 666 orang. Selanjutnya Uni Emirat Arab (UEA) 46 orang, Yordania 18 orang, Oman 15 orang, Qatar 14 orang, Bahrain 4 orang, Arab Saudi 3 orang, dan Mesir 3 orang.
"Total PMI asal Buleleng yang tercatat resmi bekerja di kawasan Timur Tengah 769 orang. Namun data rill di lapangan diperkirakan lebih dari itu, karena ada yang berangkat melalui jalur non prosedural atau ilegal," jelasnya.
Hingga kini, Disnaker Buleleng belum menerima laporan atau aduan dari keluarga terkait PMI yang hilang kontak di wilayah konflik.
"Untuk laporan dari keluarga, belum ada sejauh ini. Pos pengaduan juga belum kami buka, kami sifatnya menunggu instruksi dari BP3MI Bali. Kalau memang harus membuka posko atau sejenisnya, kami siap melaksanakan," tandasnya.
Disnaker Buleleng mengimbau keluarga PMI tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah agar tidak terjadi kepanikan di tengah dinamika situasi global.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan