Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasanga Festival 2026 Usung Parade Ogoh-ogoh Tanpa Konser

Rabu, 4 Maret 2026, 22:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kasanga Festival 2026 Usung Parade Ogoh-ogoh Tanpa Konser.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. 

Berbeda dari tahun sebelumnya, parade ogoh-ogoh tahun ini diterapkan dengan sistem karnaval atau peed aye seperti pada Pesta Kesenian Bali, tanpa menghadirkan konser musik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu (4/3). Ia menjelaskan, parade akan diikuti 16 besar ogoh-ogoh terbaik dari empat kecamatan se-Kota Denpasar.

Seluruh peserta akan menampilkan atraksi sejak garis start hingga finish, tidak lagi terpusat di Catur Muka. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai konsentrasi penonton agar tidak menumpuk di satu titik.

Adapun rute pawai dimulai dari depan Jayasabha, berputar di kawasan Catur Muka, kemudian bergerak ke selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada, ujung selatan Lapangan Puputan Badung.

"Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed akan diterapkan agar penonton tersebar di berbagai titik sepanjang rute parade, sehingga tidak terjadi penumpukan massa seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Arya Wibawa.

Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, sepanjang Jalan Udayana akan dipasang pembatas atau barrier. Hal ini bertujuan mencegah penonton masuk ke barisan belakang ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung.

"Untuk stan kuliner semuanya kuliner tradisional bali yang dikelola oleh STT yang akan menyajikan makanan tradisional Bali yang dikelola oleh para STT, serta diperkuat dengan penerapan manajemen sampah untuk memilah limbah selama acara berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Maret," ungkapnya lagi.

Wakil Ketua Panitia Kasangafest, I Gede Yogi Pramana, menambahkan bahwa seluruh ogoh-ogoh 16 besar mulai memasuki area acara sejak 6 Maret dini hari.

"Proses loading di hari H hingga batas waktu jam dua siang. Seluruh ogoh-ogoh tersebut akan terparkir rapi mulai dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum memulai pawai pada jam lima sore," ungkapnya.

Selain parade utama, Kasanga Festival 2026 juga diramaikan lomba ogoh-ogoh mini, sketsa, tapel, pertunjukan barong, bleganjur, serta parade ogoh-ogoh IGTKI. Penilaian dilakukan sepanjang rute parade dengan menekankan kedisiplinan, kerapian, dan kepatuhan terhadap ketentuan teknis.

"Penilaian dilakukan sepanjang rute dari start hingga finish layaknya sistem Peed Aye di PKB. Juri tidak segan-segan untuk langsung mengeluarkan orang di luar regu atau melakukan pemotongan nilai demi menjaga integritas kreativitas dan keutuhan penampilan," ungkapnya.

Kabid Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menyampaikan setiap ogoh-ogoh 16 besar akan menerima uang pembinaan Rp30 juta. Enam terbaik akan memperoleh hadiah tambahan dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah, termasuk untuk kategori ogoh-ogoh mini mesin, non-mesin, dan lomba sketsa.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Denpasar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami