Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Jagatnatha
bbn/dok Humas Pemkot Denpasar/Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Jagatnatha.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Wayang di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (14/3) pagi.
Persembahyangan bersama tersebut dihadiri langsung Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, jajaran Forkopimda, OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, undangan lainnya serta masyarakat yang turut membaur mengikuti rangkaian persembahyangan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa secara filosofis Tumpek Wayang merupakan hari suci pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa yang memberikan pencerahan kehidupan di dunia, menerangi kegelapan serta membangkitkan daya kesenian dan keindahan dalam setiap ciptaan-Nya.
Selain sebagai momentum spiritual, perayaan Tumpek Wayang juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kesenian dan budaya Bali yang sarat makna filosofis.
Ditambahkan Wali Kota Jaya Negara, dalam ritualnya pada Rahina Tumpek Wayang, umat Hindu mengupacarai berbagai jenis kesenian dan benda kesenian seperti wayang, barong, rangda, topeng hingga berbagai jenis gamelan.
"Ritual ini juga sebagai bentuk rasa syukur terhadap Sang Hyang Taksu. Sang Hyang Taksu ini sendiri disimbolkan dengan kesenian Wayang Kulit. Karena dalam kesenian Wayang Kulit ini semua eksistensi dan esensi kesenian sudah terkandung didalamnya," ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara ditemui usai kegiatan menjelaskan bahwa persembahyangan bersama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Made Taman Dwija Putra dari Grya Pahang Penatih.
Baca juga:
Makna di Balik Mitologi Tumpek Wayang
"Prosesi diawali dengan sesolahan Wayang Lemah dan diiringi suara Kekidungan Suci. Semoga kegiatan ini dapat memberikan energi positif bagi kita semua, sebagai penanda untuk senantiasa mulatsarira atau intrsospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan