Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Arus Mudik Usai Nyepi Padati Gilimanuk, Antrean Mengalir Tanpa Henti
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Arus mudik setelah Nyepi mulai memadati kawasan Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (20/3/2026). Sejak layanan penyeberangan kembali dibuka setelah penutupan penuh selama 24 jam, antrean kendaraan langsung mengalir tanpa jeda.
Kendaraan pribadi, bus antarkota hingga truk logistik memenuhi area parkir pelabuhan untuk menunggu giliran masuk ke kapal. Kepadatan muncul karena banyak pemudik memilih berangkat setelah Nyepi dengan harapan arus lebih lengang.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Arus mudik justru meningkat tajam, dengan jalur keluar-masuk pelabuhan dipenuhi kendaraan yang terus berdatangan sepanjang siang.
Salah satu pemudik asal Banyuwangi, Bapak Yunus, mengaku memilih berangkat hari ini untuk menghindari kemacetan panjang. Namun ia tidak menyangka kondisi di lapangan justru ramai.
“Saya pikir habis Nyepi lebih sepi, tapi ternyata ramai juga. Ya namanya mudik, banyak yang cari waktu yang dianggap pas,” ujarnya.
Petugas di lapangan terlihat terus melakukan pengaturan alur masuk kendaraan ke dermaga. Armada kapal diberangkatkan secara berkelanjutan untuk menjaga ritme pergerakan kendaraan agar antrean tidak menumpuk lebih lama.
Seorang petugas di area dermaga menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan sudah terjadi sejak pembukaan layanan pagi hari.
“Dari pagi arusnya langsung tebal. Begitu dibuka setelah Nyepi, kendaraan datang bersamaan. Kami percepat proses naik ke kapal agar antrean tetap bergerak,” jelasnya.
Hingga siang hari, antrean kendaraan terus mengalir dan diperkirakan berlangsung hingga malam. Pemudik diimbau tetap mengikuti arahan petugas serta menjaga ketertiban selama menunggu proses naik ke kapal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun