Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Viral Foto Pemuda Minum Miras Saat Nyepi di Tengah Jalan Buleleng, Orang Tua Minta Maaf
bbn/Tangkapan Layar Medsos/Viral Foto Pemuda Minum Miras Saat Nyepi di Tengah Jalan Buleleng, Orang Tua Minta Maaf.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah anak muda mengonsumsi minuman keras di tengah jalan raya viral di media sosial dan menghebohkan masyarakat Buleleng.
Aksi tersebut diketahui terjadi di Jalan Raya Singaraja–Denpasar, tepatnya di kawasan Bangkiang Sidem, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Peristiwa itu diduga berlangsung saat Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3/2026), ketika suasana jalanan seharusnya sepi dan penuh kekhusyukan.
Dalam foto yang beredar, tampak beberapa pria berpose bersama satu dus botol bir di tengah jalan. Kondisi jalan terlihat lengang tanpa aktivitas kendaraan. Foto tersebut diunggah dengan keterangan, "Masih dalam perayaan libur nasional,, sedikit minuman,, penghangat tubuh,, Salam Rahayu dari Buleleng Bali.
Viralnya unggahan itu memicu beragam reaksi dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pemilik akun Facebook Komang Tirta Alit menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah pada Minggu (22/3/2026).
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, ia mengakui bahwa para pemuda dalam foto merupakan anaknya bersama teman-temannya. Ia juga menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak memiliki niat untuk melecehkan perayaan Nyepi.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya tidak bermaksid melecehkan tentang hari raya Nyepi. Bila seluruh umat agama hindu yg merasa tesinggung saya minta maaf sebesar-besarnya, bukan maksud saya melecehkan. Tolong yang masih mengedarkan positingan saya, tolong dihapus biar tidak memperkeruh suasana karena saya tidak ada inisiatif untuk melecehkan," katanya.
Video klarifikasi tersebut telah ditonton ribuan kali dan menuai berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian besar komentar menyambut baik permintaan maaf tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Salah satu pengguna media sosial bahkan menilai peristiwa ini sebagai pelajaran penting agar ke depan masyarakat lebih tertib dalam menghormati pelaksanaan hari raya keagamaan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang