Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Foto Pemuda Minum Miras Saat Nyepi di Tengah Jalan Buleleng, Orang Tua Minta Maaf
bbn/Tangkapan Layar Medsos/Viral Foto Pemuda Minum Miras Saat Nyepi di Tengah Jalan Buleleng, Orang Tua Minta Maaf.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah anak muda mengonsumsi minuman keras di tengah jalan raya viral di media sosial dan menghebohkan masyarakat Buleleng.
Aksi tersebut diketahui terjadi di Jalan Raya Singaraja–Denpasar, tepatnya di kawasan Bangkiang Sidem, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Peristiwa itu diduga berlangsung saat Hari Raya Nyepi, Kamis (19/3/2026), ketika suasana jalanan seharusnya sepi dan penuh kekhusyukan.
Dalam foto yang beredar, tampak beberapa pria berpose bersama satu dus botol bir di tengah jalan. Kondisi jalan terlihat lengang tanpa aktivitas kendaraan. Foto tersebut diunggah dengan keterangan, "Masih dalam perayaan libur nasional,, sedikit minuman,, penghangat tubuh,, Salam Rahayu dari Buleleng Bali.
Viralnya unggahan itu memicu beragam reaksi dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pemilik akun Facebook Komang Tirta Alit menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah pada Minggu (22/3/2026).
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, ia mengakui bahwa para pemuda dalam foto merupakan anaknya bersama teman-temannya. Ia juga menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak memiliki niat untuk melecehkan perayaan Nyepi.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya tidak bermaksid melecehkan tentang hari raya Nyepi. Bila seluruh umat agama hindu yg merasa tesinggung saya minta maaf sebesar-besarnya, bukan maksud saya melecehkan. Tolong yang masih mengedarkan positingan saya, tolong dihapus biar tidak memperkeruh suasana karena saya tidak ada inisiatif untuk melecehkan," katanya.
Video klarifikasi tersebut telah ditonton ribuan kali dan menuai berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian besar komentar menyambut baik permintaan maaf tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Salah satu pengguna media sosial bahkan menilai peristiwa ini sebagai pelajaran penting agar ke depan masyarakat lebih tertib dalam menghormati pelaksanaan hari raya keagamaan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5730 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan