Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




WNA Belanda Tewas di Vila Kerobokan, Diduga Tak Terdata di Lingkungan

Kamis, 26 Maret 2026, 15:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/WNA Belanda Tewas di Vila Kerobokan, Diduga Tak Terdata di Lingkungan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kasus penganiayaan berat yang menewaskan seorang warga negara asing (WNA) terjadi di sebuah vila di Banjar Anyar Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Senin (23 Maret 2026) sekitar pukul 22.50 WITA.

Korban diketahui berinisial RP (49), seorang pria asal Belanda. Peristiwa ini menyita perhatian karena korban diketahui tidak pernah terdata di lingkungan adat setempat.

Kelian Adat Banjar Anyar Kelod, Made Sudita, mengungkapkan bahwa pihak banjar tidak pernah menerima laporan terkait keberadaan korban selama berada di wilayah tersebut.

“Biasanya tamu yang menginap itu dilaporkan oleh pemiliknya, tapi ini tidak ada laporan sama sekali ke banjar,” sebutnya, saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026) di Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Ia menjelaskan, sistem pelaporan tamu menjadi bagian penting dalam pengawasan berbasis adat di Bali. Jika ada laporan dari pemilik vila atau warga, pecalang akan segera turun melakukan pengecekan di lokasi.

“Kalau ada laporan, pecalang pasti datang. Dari situ ditentukan wilayahnya, lalu dilaporkan ke pihak berwajib agar segera ditangani sesuai prosedur,” ujarnya.

Namun dalam kasus ini, mekanisme tersebut tidak berjalan karena tidak adanya laporan dari pihak terkait. Kondisi ini membuat aparat adat kesulitan melakukan pemantauan sejak awal.

Sudita juga menegaskan bahwa kejadian seperti ini tergolong sangat jarang terjadi di wilayahnya. Biasanya, jika terdapat warga atau pendatang yang meninggal secara wajar, pihak banjar langsung turun membantu proses penanganan.

“Kalau meninggal secara wajar, biasanya langsung kami tangani karena itu wilayah kami. Tapi kejadian seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tambah Sudita.

Hingga kini, kasus penganiayaan yang menewaskan WNA tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami