Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tabrakan Beruntun di Melaya, Pelajar Tewas

Rabu, 22 April 2026, 14:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tabrakan Beruntun di Melaya, Pelajar Tewas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Jalur utama Denpasar–Gilimanuk kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan maut terjadi di KM 106–107 depan Griya Tuwed, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Rabu (22/4/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WITA. 

Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor Honda Beat dan sebuah kendaraan roda empat yang tidak diketahui identitasnya. Korban meninggal merupakan pelajar berusia 16 tahun, I Gusti Ngurah Agung Adi Krisna, asal Dusun Sari Kuning, Tukadaya. Sementara pelajar lainnya, I Ketut Catur Gigi Astawa, selamat tanpa luka serius. Keduanya sedang berkendara menuju sekolah saat insiden terjadi.

Kronologi kecelakaan bermula ketika kendaraan roda empat tidak dikenal bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar sambil mendahului kendaraan lain. Pada saat bersamaan, motor DK 2524 ZR yang dikendarai I Ketut Catur Gigi Astawa berhenti karena menghindari manuver kendaraan tersebut.

Motor korban yang berada di belakangnya tidak sempat mengerem dan menabrak bagian belakang motor di depannya. Korban terjatuh ke kanan, lalu tertabrak kendaraan tidak dikenal yang datang dari arah barat.

Kondisi jalan saat kejadian diketahui baik, marka utuh, dan cuaca cerah di pagi hari, namun kepadatan serta kecepatan kendaraan di jalur utama ini membuat potensi kecelakaan semakin tinggi.

Kapolsek Melaya, I Ketut Sukadana menegaskan bahwa insiden ini kembali menunjukkan tingginya kerawanan kecelakaan di jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama yang melibatkan pelajar.

“Kami imbau para orang tua untuk benar-benar memperhatikan anak-anaknya. Banyak pelajar yang belum cukup umur namun sudah membawa motor di jalur utama seperti ini. Risikonya sangat besar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kurangnya pengalaman dan fokus pengendara muda sering menjadi pemicu insiden fatal.

“Anak-anak mudah panik dan tidak bisa cepat membaca situasi jalan. Di jalur padat seperti Denpasar–Gilimanuk, itu bisa berakibat fatal seperti yang terjadi hari ini,” tegasnya.

Petugas Polsek Melaya dan Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana langsung mendatangi lokasi, mengevakuasi korban ke Puskesmas Melaya, mengamankan barang bukti, serta membuat laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap pelajar yang mengendarai sepeda motor harus diperketat, khususnya di jalur-jalur rawan kecelakaan seperti Denpasar–Gilimanuk.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami