Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Peternak Babi di Denpasar Waspada Ancaman Virus ASF

Senin, 25 Mei 2026, 16:47 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Peternak Babi di Denpasar Waspada Ancaman Virus ASF.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kabar kematian massal babi yang terjadi di wilayah Canggu, Badung dan Payangan, Gianyar membuat para peternak babi di Kota Denpasar mulai waspada. 

Kematian ternak tersebut diduga akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) yang sebelumnya sempat menyerang peternakan babi di Bali pada 2019 hingga 2020 dan kembali muncul pada 2024 lalu.

Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar mengaku hingga saat ini belum menerima laporan adanya kasus kematian massal babi di wilayah Denpasar. Meski demikian, peternak diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang secara rutin.

"Sampai saat ini belum ada laporan atau pengaduan akan kasus tersebut, Astungkara tidak ada," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, Senin (25/05/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Distan Denpasar terus melakukan sosialisasi kepada peternak terkait pentingnya kebersihan kandang dan penyemprotan desinfektan secara berkala. Selain itu, peternak juga diminta tidak sembarangan masuk ke area kandang untuk mencegah penyebaran virus dari luar.

"Apalagi saat baru datang dari luar, wajib membersihkan diri sebelum masuk kandang," pesan Suparmi.

Kasus African Swine Fever sebelumnya sempat menyebabkan kematian beruntun pada ternak babi di Denpasar pada 2019 hingga 2020. Virus tersebut dikenal memicu kematian mendadak pada babi dan berdampak pada anjloknya harga babi maupun daging babi di pasaran.

Kondisi yang kini terjadi di Canggu dan Payangan disebut memiliki kemiripan dengan kasus ASF yang pernah menyerang Bali pada 2024 lalu. Faktor kebersihan kandang dinilai menjadi salah satu penyebab utama penyebaran virus, selain faktor eksternal yang membawa penyakit masuk ke lingkungan peternakan.

Karena itu, peternak babi di Denpasar diingatkan untuk disiplin menjaga kebersihan kandang agar terhindar dari kerugian besar akibat kematian ternak secara mendadak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami