Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Abrasi Pantai Kuta Kikis 75 Persen Area Bertelur Penyu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Abrasi yang terus terjadi di pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, mulai mengancam habitat penyu di kawasan tersebut. Sejumlah areal tempat penyu bertelur dilaporkan menyusut drastis hingga mencapai sekitar 75 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Pelestari Penyu Pantai Kuta, I Gusti Ngurah Sena, mengatakan kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi memengaruhi populasi serta keberlangsungan habitat penyu di sepanjang pesisir Pantai Kuta.
"75 persen sangat berkurang dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu sampai 200 sarang, sekarang baru 70 sarang saja," katanya, Sabtu (23/5/2026) di Pantai Kuta, Kabupaten Badung.
Menurutnya, abrasi yang semakin parah menyebabkan pasir pantai terkikis sehingga ruang bagi penyu untuk membuat sarang dan bertelur semakin sempit.
Selain itu, sejumlah area pantai yang diperkuat dengan susunan batu disebut turut menjadi kendala bagi penyu saat naik ke pantai untuk bertelur.
"Abrasinya keras sekali. Karena penyu harus ada tempat bertelur di pantai.Kemungkinan besar karena tempatnya bertelur, pantainya sudah terkikis. Apalagi beberapa area ya, berapa space, kan di-cover dengan batu. kendalanya kita di lapangan, kalau dia naik, dia (Penyu) gali, terkendala batu, balik dia," jelasnya.
Sena menambahkan, kondisi abrasi di Pantai Kuta juga mengejutkan banyak wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Pantai Kuta yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata dunia dengan pasir putih dan panorama alami kini disebut mengalami perubahan cukup drastis.
"Sudah pasti karena, Pantai Kuta adalah salah satu ikon, ya ikon dunia, yang dari awal ini surfing, sunset, apa namanya, gold sand, dan lain sebagainya. Dengan kondisi sekarang ini, mereka kaget. Mereka kaget melihat dengan kondisi riilnya sekarang. Pohon-pohon sudah habis. Dulu kan betul-betul alami kalau 26 tahun yang lalu masih alami," terangnya.
Baca juga:
Luas Bali Berkurang 50 KM Persegi karena Abrasi, Koster Bantah Pemicunya Pembangunan Hotel
Pihak pelestari penyu berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan abrasi demi menjaga ekosistem pantai dan habitat penyu di kawasan Kuta.
"Harapan kita, kita selaku pelaku penyelamat lingkungan dan penyu ini, ya kita mengharapkan kepada pemerintah terkait, dapat menata kembali misal, pengisian pasir, supaya ada spacenya lagi, supaya bisa penyu-penyu datang kembali, serta dapat nyaman bertelur.Ya, Kita berharap, tidak saling menyalahkan. Mari kita saling berbuat sesuatu untuk penyelamatan semuanya," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5773 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2198 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan