Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Elang Ular Bido yang Jatuh di Pemuteran Dilepasliarkan

Selasa, 26 Mei 2026, 14:43 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Elang Ular Bido yang Jatuh di Pemuteran Dilepasliarkan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Seekor burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela) yang merupakan satwa liar dilindungi berhasil diselamatkan warga di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Senin (25/5/2026). Elang tersebut jatuh setelah menabrak kaca jendela rumah warga saat berburu mangsa.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko mengatakan, satwa liar itu pertama kali ditemukan warga bernama Endi Rahman. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke petugas Resor KSDA Buleleng Pelabuhan Gilimanuk untuk segera ditindaklanjuti.

Sebelum petugas tiba di lokasi, Endi Rahman terlebih dahulu memberikan penanganan awal dengan mengamankan elang ke dalam sangkar besi serta memberinya pakan.

Ratna menjelaskan, dokter hewan dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia turut diterjunkan untuk memeriksa kondisi kesehatan dan fisik elang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Elang Ular Bido dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka serius meski sempat menabrak kaca rumah warga.

“Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan, hasilnya tidak dijumpai luka fisik serta elang tersebut masih menunjukkan perilaku yang sangat agresif atau cukup sehat,” ujar Ratna.

Karena dinilai layak kembali ke habitatnya, elang tersebut langsung dilepasliarkan di kawasan hutan UPTD KPH Bali Utara pada Senin sore. Pelepasliaran disaksikan tim YJSI, petugas KPH Bali Utara, LPHD Sumber Kelampok, hingga mahasiswa magang Universitas Airlangga.

Selain menyelamatkan Elang Ular Bido, petugas juga melepasliarkan 21 burung kicau hasil sitaan di Pelabuhan Gilimanuk. Burung-burung tersebut terdiri dari sembilan ekor Burung Kacamata Bali, tiga ekor SRDC, dan sembilan ekor burung Prenjak yang sebelumnya dititiprawatkan di YJSI karena masih berusia anakan.

Dari total 32 ekor burung yang diamankan, sebanyak 21 ekor dinyatakan siap dilepasliarkan setelah menjalani masa perawatan dan habituasi.

Sementara itu, 11 ekor burung lainnya dilaporkan mati selama perawatan akibat diduga mengalami stres dan dehidrasi karena masih berada dalam fase sarang atau nestling.

Ratna mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif membantu penyelamatan satwa liar dilindungi. Pihaknya bahkan berencana memberikan piagam penghargaan kepada pelapor yang telah menyelamatkan elang tersebut.

“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian satwa di Bali,” terangnya.

Ratna juga mengimbau masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang terluka atau berada dalam kondisi terancam.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami