Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BBTF 2026 Jadi Strategi Bali Bidik Pasar Wisata Asia

Jumat, 29 Mei 2026, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BBTF 2026 Jadi Strategi Bali Bidik Pasar Wisata Asia.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 menjadi momentum penting bagi industri pariwisata Indonesia untuk memasarkan destinasi wisata di tengah dampak kenaikan harga tiket pesawat akibat gejolak di Timur Tengah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah kini melakukan strategi pengalihan fokus (pivot) pasar wisatawan mancanegara dari Amerika dan Eropa ke kawasan yang lebih dekat seperti Asia Tenggara (ASEAN), Asia Timur, dan India.

Hal tersebut disampaikan usai membuka BBTF ke-12 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (28/05/2026).

"Kami menggencarkan promosi ke negara-negara tersebut dan hasilnya terlihat dari pertumbuhan wisatawan yang meningkat tajam dari kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Selain memperkuat promosi, Kementerian Pariwisata juga berupaya membuka rute penerbangan baru dengan menggandeng maskapai, Kementerian Perhubungan, serta lintas kementerian dan lembaga guna menekan harga tiket pesawat.

Pada BBTF 2026, tema yang diangkat yakni “Redefining Indonesia's Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture and Sustainable Heritage”. Tema tersebut dinilai selaras dengan program unggulan Kementerian Pariwisata bertajuk “Wonderful Indonesia Gastronomi 2026: From Roots to Global Recognition”.

Widiyanti mengajak buyer dan seller untuk bersama-sama mengembangkan pengalaman wisata baru berbasis gastronomi dan budaya di berbagai daerah di Indonesia.

"Masakan Indonesia bukan sekadar soal rasa, setiap hidangan menceritakan kisah tentang daratan, lautan, petani, nelayan, hingga identitas lokal. Kami bangga melihat gastronomi Indonesia semakin diakui secara global," sebutnya.

Ia mencontohkan pengakuan internasional terhadap kuliner Indonesia yang baru-baru ini meraih New Destination Champion Award 2026 di Paris dari lembaga gastronomi global La Liste. Selain itu, restoran August di Jakarta dan Locavore Next di Bali juga masuk dalam daftar 50 restoran terbaik Asia tahun ini.

Widiyanti menegaskan ambisi Indonesia bukan hanya menjadi destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi wisatawan melalui budaya, gastronomi, dan keberlanjutan.

"Saya berharap BBTF menciptakan lebih banyak kerja sama bisnis yang nyata dan memperluas pola perjalanan di luar Bali ke seluruh destinasi di Indonesia," kata dia.

Ia juga memberikan apresiasi kepada ASITA Bali dan seluruh panitia yang selama 12 tahun terakhir konsisten membangun BBTF sebagai salah satu platform bisnis pariwisata terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Chairman BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra mengatakan BBTF tahun ini diikuti lebih dari 407 buyer internasional dan nasional dari 44 negara yang dipertemukan dengan 286 seller dari empat negara dan 13 provinsi di Indonesia.

Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti kepercayaan pasar global terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi wisata sekaligus mitra bisnis internasional.

“BBTF 2026 bukan sekadar ruang pertemuan antara buyer dan seller. BBTF adalah ruang kepercayaan, akuntabilitas, dan kemitraan,” ujarnya.

Ia menyebut BBTF kini berkembang melampaui fungsi sebagai pameran pariwisata dan menjadi platform bisnis yang memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia di pasar global.

"Dari sisi seller, tercatat ada 286 eksibitor dari empat negara. Ini membuktikan bahwa BBTF adalah platform promosi yang berkualitas, bahkan negara lain seperti Namibia ikut hadir dan membangun paviliun yang luar biasa," sebutnya.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka juga berharap BBTF terus menjadi wadah kolaborasi dinamis yang mampu menyatukan berbagai pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai negara.

Menurutnya, BBTF diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku industri wisata lokal sekaligus mendorong pariwisata Indonesia yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, dan budaya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami