Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ritual Pemandian Rupang Buddha Semarakkan Perayaan Waisak di Denpasar

Sabtu, 30 Mei 2026, 22:04 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Ritual Pemandian Rupang Buddha Semarakkan Perayaan Waisak di Denpasar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026, Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (Mapanbumi) Provinsi Bali menggelar berbagai rangkaian kegiatan di Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya Bali, Jalan Gunung Soputan, Denpasar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30 hingga 31 Mei 2026 tersebut memadukan ritual keagamaan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga berbagai aktivitas sosial dan kesehatan yang terbuka bagi masyarakat.

Salah satu rangkaian kegiatan digelar pada hari pertama, Sabtu (30/5/2026), yakni ritual pemandian Rupang Buddha atau patung Buddha yang menjadi simbol penyucian diri dalam perayaan Waisak.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Bali sekaligus Ketua Majelis Mapanbumi Bali, Heri Sudiarto menjelaskan bahwa ritual tersebut memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat Buddha.

Menurutnya, memandikan Rupang Buddha memiliki filosofi untuk menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan agar senantiasa selaras dalam kehidupan sehari-hari.

"Ketika pikiran manusia bersih dari noda batin, maka segala tindakan dan ucapan yang dihasilkan akan membawa kedamaian bagi lingkungan sekitar," ucapnya.

Ia mengatakan, rangkaian perayaan tahun ini berlangsung selama dua hari dengan menggabungkan tradisi penyucian diri melalui ritual pemandian Rupang Buddha, kegiatan pelestarian lingkungan, serta bazar makanan nabati atau vegetarian.

Perayaan Waisak 2570 BE tahun ini mengangkat tema "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia". Tema tersebut merupakan kesepakatan nasional yang ditetapkan bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI.

"Tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap kondisi dunia yang saat ini dinilai memprihatinkan," ucapnya.

Melalui tema tersebut, ajaran tentang kebaikan, kebajikan, dan welas asih dalam agama Buddha diharapkan dapat menjadi perekat keharmonisan dunia tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan demi kebahagiaan seluruh makhluk.

Sementara itu, Ketua Panitia Bazar Makanan Nabati, Evi Juliana mengatakan, kegiatan bazar dirancang sebagai wadah berkumpulnya para pencinta makanan sehat sekaligus ruang pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bazar tersebut diikuti oleh 44 stan. Sebanyak 40 stan menyajikan aneka makanan dan minuman sehat, sedangkan empat stan lainnya menawarkan produk pakaian, aksesori, hingga eco enzym.

Berbagai menu nabati disajikan dalam bazar tersebut, mulai dari kuliner khas Bali, masakan Nusantara, Chinese food, Japanese food, hingga masakan Padang yang seluruhnya diolah tanpa bahan hewani. Evi menegaskan bahwa seluruh menu yang tersedia murni berbahan nabati dan tidak menggunakan susu, keju, telur, maupun bawang.

"Hidangan vegan bukan sekadar olahan sayuran, tahu, dan tempe yang sederhana, melainkan dapat dikembangkan menjadi menu tradisional yang kaya rasa seperti nasi Bali versi vegan," paparnya.

Melalui inovasi kuliner berbahan dasar jamur dan sayuran, panitia ingin memperkenalkan bahwa pola hidup vegan yang mengedepankan kesehatan serta rasa cinta kasih terhadap semua makhluk dapat diterapkan secara mudah dan tetap lezat.

"Selain menjadi pusat kuliner, kegiatan ini juga merangkul semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga usia dewasa," cetusnya.

Pada puncak perayaan Waisak yang berlangsung Minggu (31/5/2026), kegiatan diawali dengan yoga bersama mulai pukul 07.30 WITA. Panitia juga menyiapkan berbagai permainan interaktif untuk anak-anak serta lomba mewarnai bagi peserta tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar kelas satu hingga tiga.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyaksikan pertunjukan lion dance yang dibawakan para pemain senior berusia di atas 50 tahun, mengikuti talkshow kesehatan, serta menikmati penampilan musisi Bali seperti Gus Teja dan Ayu Saraswati.

"Selain itu, juga digelar pelaksanaan aksi donor darah," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami