Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polemik Trotoar Rusak di Ubud, Sekda Gianyar Bantah Pasang Baliho Balasan

Senin, 1 Juni 2026, 11:36 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Polemik Trotoar Rusak di Ubud, Sekda Gianyar Bantah Pasang Baliho Balasan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Proyek perbaikan trotoar di kawasan wisata Ubud kembali menjadi sorotan publik. Di tengah pelaksanaan proyek yang berlangsung di Jalan Raya Campuhan, muncul fenomena yang disebut warga sebagai "perang spanduk" setelah sejumlah baliho berisi kritik terhadap proyek tersebut mendapat respons berupa baliho dukungan terhadap pemerintah daerah.

Berdasarkan foto yang beredar di masyarakat, terlihat dua spanduk terpasang berdampingan di salah satu ruas jalan kawasan Ubud. Salah satu spanduk berisi kritik terhadap pelaksanaan proyek trotoar, sementara spanduk lainnya memuat dukungan terhadap pemerintah daerah serta menyinggung anggaran pembangunan trotoar yang disebut mencapai sekitar Rp9 miliar.

Menanggapi kemunculan baliho dukungan tersebut, Sekretaris Daerah Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menegaskan bahwa baliho tersebut bukan dipasang oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar maupun Pemerintah Provinsi Bali.

"Mungkin dipasang masyarakat di sana ya? Kita tidak tahu siapa yang pasang, karena pembangunan trotoar dari Februari kita sudah sosialisasikan dengan tokoh-tokoh Ubud dan sudah berkali-kali rapat," ujar pejabat yang akrab disapa Gus Bem itu.

Menurut Gus Bem, proses sosialisasi proyek telah dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan. Pemerintah juga telah beberapa kali menggelar rapat dan komunikasi dengan berbagai tokoh masyarakat di Ubud untuk menjelaskan tujuan serta manfaat proyek tersebut.

Meski membantah keterlibatan pemerintah dalam pemasangan baliho balasan, Gus Bem membenarkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan trotoar di kawasan Jalan Raya Campuhan Ubud mencapai sekitar Rp9 miliar.

Ia menjelaskan, sejak munculnya spanduk-spanduk kritik terhadap proyek trotoar, sejumlah tokoh masyarakat justru menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar karena menilai pembangunan infrastruktur di kawasan Ubud selama ini cukup masif.

Menurutnya, berbagai pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah bertujuan mendukung sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Ubud dan Gianyar secara umum.

"Pembangunan di Ubud selama ini cukup banyak diarahkan untuk mendukung pariwisata, sehingga ada tokoh-tokoh masyarakat yang ingin menyampaikan dukungannya," kata Gus Bem.

Polemik terkait proyek trotoar di kawasan wisata Ubud sendiri masih menjadi perhatian masyarakat. Di satu sisi, proyek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, namun di sisi lain muncul berbagai pandangan dari masyarakat terkait pelaksanaannya di kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata utama di Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami