Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Harlah Pancasila: Aksi Bersih Sungai di Penarukan, 187 Kg Sampah Berhasil Diangkut
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, diwarnai aksi gotong royong membersihkan sungai pada Senin (1/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 187 kilogram sampah anorganik berhasil dikumpulkan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Penarukan.
Kegiatan bersih-bersih sungai ini melibatkan perangkat kelurahan, masyarakat setempat, serta relawan Sungai Watch Buleleng. Selain bertujuan membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut merupakan upaya bersama untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
"Semoga melalui kegiatan gotong royong ini kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah ke sungai," ujarnya.
Susanti mengapresiasi peran Sungai Watch yang selama ini aktif membantu penanganan sampah di wilayah Penarukan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Ke depan, Kelurahan Penarukan berencana memperkuat upaya pencegahan pembuangan sampah sembarangan dengan melibatkan desa adat, banjar, krama subak, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan.
Selain itu, pihak kelurahan juga akan memasang spanduk imbauan serta menyiapkan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah.
Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasang dua jaring penangkap sampah di wilayah Penarukan.
Dari dua jaring tersebut, rata-rata sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 20 kilogram per hari. Keberadaan jaring sampah dinilai efektif untuk mencegah sampah masuk ke saluran irigasi dan area persawahan sehingga kualitas aliran air tetap terjaga.
"Kami siap berdiskusi jika diperlukan penambahan jaring sampah di wilayah ini," kata Duta Dharma.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik sebaiknya disalurkan melalui layanan pengangkutan sampah yang tersedia di desa maupun kelurahan.
Menurut Duta Dharma, permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan.
"Kami siap membantu jika ada kegiatan gotong royong berikutnya, baik di sungai, saluran air maupun lokasi lain yang terdapat tumpukan sampah," tandasnya.
Temuan 187 kilogram sampah anorganik dalam satu kali kegiatan bersih sungai menjadi gambaran bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan Kabupaten Buleleng. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan