Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Harlah Pancasila: Aksi Bersih Sungai di Penarukan, 187 Kg Sampah Berhasil Diangkut
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, diwarnai aksi gotong royong membersihkan sungai pada Senin (1/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 187 kilogram sampah anorganik berhasil dikumpulkan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Penarukan.
Kegiatan bersih-bersih sungai ini melibatkan perangkat kelurahan, masyarakat setempat, serta relawan Sungai Watch Buleleng. Selain bertujuan membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut merupakan upaya bersama untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
"Semoga melalui kegiatan gotong royong ini kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah ke sungai," ujarnya.
Susanti mengapresiasi peran Sungai Watch yang selama ini aktif membantu penanganan sampah di wilayah Penarukan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Ke depan, Kelurahan Penarukan berencana memperkuat upaya pencegahan pembuangan sampah sembarangan dengan melibatkan desa adat, banjar, krama subak, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan.
Selain itu, pihak kelurahan juga akan memasang spanduk imbauan serta menyiapkan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah.
Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasang dua jaring penangkap sampah di wilayah Penarukan.
Dari dua jaring tersebut, rata-rata sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 20 kilogram per hari. Keberadaan jaring sampah dinilai efektif untuk mencegah sampah masuk ke saluran irigasi dan area persawahan sehingga kualitas aliran air tetap terjaga.
"Kami siap berdiskusi jika diperlukan penambahan jaring sampah di wilayah ini," kata Duta Dharma.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik sebaiknya disalurkan melalui layanan pengangkutan sampah yang tersedia di desa maupun kelurahan.
Menurut Duta Dharma, permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan.
"Kami siap membantu jika ada kegiatan gotong royong berikutnya, baik di sungai, saluran air maupun lokasi lain yang terdapat tumpukan sampah," tandasnya.
Temuan 187 kilogram sampah anorganik dalam satu kali kegiatan bersih sungai menjadi gambaran bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan Kabupaten Buleleng. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3268 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 752 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 692 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman