Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
BMKG: Suhu Dingin di Bali Diprediksi Berlangsung hingga Agustus
BERITABALI.COM, BADUNG.
Warga di sejumlah wilayah Bali belakangan merasakan udara yang lebih dingin, terutama saat malam hingga menjelang pagi. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan seiring memasuki puncak musim kemarau.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebut fenomena suhu udara yang lebih rendah dari biasanya merupakan kondisi normal yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau berlangsung.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Brian Eko Permadi, menjelaskan periode suhu dingin di Bali umumnya terjadi sejak awal musim kemarau hingga mencapai puncaknya pada Agustus.
"Jadi di suhu dingin ini, biasanya periodenya itu memang terjadi pada awal musim kemarau hingga puncaknya. Yaitu, dari Bulan Juni, Juli hingga Agustus. Puncak musim kemarau itu di Agustus, suhu dingin ini akan terjadi hingga bulan Agustus dan berakhir," kata Brian Eko Permadi saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Data pengamatan yang tercatat di Stasiun Klimatologi Negara, Kabupaten Jembrana, menunjukkan suhu minimum mencapai 19 derajat Celsius. Namun, menurut BMKG, suhu di kawasan dataran tinggi Bali diperkirakan bisa lebih rendah meskipun belum tersedia data pengukuran resmi dari lokasi tersebut.
"Paling dingin 19 derajat. Nah itu lokasi stasiunnya di wilayah perkotaan di Negara. Nah untuk di dataran tinggi di Bali, kan ada dataran tingginya untuk dataran tinggi ini kami tidak ada stasiun pencatatannya. Jadi kemungkinan di dataran tinggi lebih rendah lagi dari 19 derajat," imbuhnya.
BMKG juga tidak menutup kemungkinan suhu udara dapat turun lebih rendah lagi, terutama ketika kondisi langit cerah tanpa tutupan awan sepanjang hari.
"Masih bisa turun, tergantung dengan kondisi di lapangan. Jadi, misalnya sama sekali tidak ada awan, dalam satu hari itu, kemungkinan besar nanti di malamnya bisa lebih dingin lagi. Tapi untuk saat ini yang tercatat masih di 19 derajat celcius," sebutnya.
Berdasarkan catatan historis BMKG, suhu minimum absolut di Bali pernah mencapai 16 derajat Celsius yang tercatat di Stasiun Klimatologi Kahang-Kahang, Kabupaten Karangasem. Meski demikian, kondisi tersebut belum masuk kategori cuaca ekstrem.
"Kalau dari data-data sebelumnya itu untuk suhu minimum absolutnya itu tercatat pernah di 16 derajat. Nggak (ekstrem), suhu dibilang ekstrem jika ada selisih kurang lebih 3 derajat dari suhu normalnya. Jadi untuk suhu absolutnya segitu, belum ekstrim dan masih normal. Sejauh ini belum (ekstrem)," jelasnya.
Menurut Brian, fenomena udara dingin tahun ini datang sedikit lebih awal dibanding biasanya. Jika umumnya mulai terasa pada Juni, tahun ini kondisi tersebut sudah dirasakan masyarakat sejak akhir Mei.
"Biasanya sih Bulan Juni. Cuma datang lebih cepat di akhir Bulan Mei, dari tanggal 28-29 sudah mulai dingin," ungkapnya.
BMKG menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan suhu udara di Bali terasa lebih dingin. Faktor pertama adalah minimnya tutupan awan selama musim kemarau sehingga panas matahari yang terserap permukaan bumi menjadi lebih sedikit dan suhu malam hari lebih cepat menurun.
"Jadi panas yang menyerap ke bumi itu hanya sedikit. Sehingga, saat malam hari suhu akan lebih dingin dari biasanya. Karena tidak ada awan juga dari pagi, siang, sore dan malam," ujarnya.
Faktor kedua adalah posisi gerak semu tahunan matahari yang saat ini berada di belahan bumi utara, sementara Bali berada di belahan bumi selatan. Kondisi tersebut membuat intensitas panas matahari yang diterima wilayah Bali berkurang.
Selain itu, suhu dingin juga dipengaruhi aktifnya Monsun Australia atau angin muson timur yang membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Bali.
"Ketiga itu penyebabnya, Monsun Australia (atau angin muson timur) yang aktif. Jadi dari sana, dari Australia ada di bawah masa udara dingin, masa udara dingin dan kering sampai ke Bali," jelasnya.
BMKG mencatat suhu terdingin biasanya terjadi pada dini hari hingga menjelang matahari terbit, yakni sekitar pukul 01.00 hingga 06.00 Wita.
Masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan nelayan, diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan selama periode suhu dingin berlangsung.
"Imbauan untuk masyarakat Bali terkait fenomena suhu udara yang lebih dingin ini. Khususnya untuk pelaku pariwisata dan juga nelayan agar selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, juga vitamin. Hindari, aktivitas berlebih yang dapat membuat lelah, serta menggunakan pakaian yang cukup hangat pada malam hari," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli