Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Spanduk Kritik Jalan Rusak di Ubud Dicopot, Satpol PP Janji Beri Tempat Salurkan Aspirasi
beritabali/ist/Spanduk Kritik Jalan Rusak di Ubud Dicopot, Satpol PP Janji Beri Tempat Salurkan Aspirasi.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Fenomena perang spanduk yang sempat mencuri perhatian di kawasan Jalan Raya Campuhan, Ubud, akhirnya berakhir. Sejumlah spanduk yang berisi kritik terhadap kondisi jalan rusak hingga spanduk balasan yang mendukung program pembangunan pemerintah kini telah dicopot, sehingga jalur wisata tersebut kembali bersih dari pemasangan spanduk.
Pencopotan dilakukan oleh sejumlah pria berpakaian pecalang. Dengan dibersihkannya kawasan tersebut, akses utama yang selama ini banyak dilalui wisatawan domestik maupun mancanegara kembali terlihat tertata tanpa keberadaan spanduk yang sempat memicu perdebatan di masyarakat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar, Putu Yudanegara, mengatakan pihaknya sejak awal tidak langsung melakukan penertiban karena kasus tersebut berbeda dengan pemasangan spanduk liar pada umumnya.
Menurutnya, isi spanduk yang terpasang lebih mengarah pada penyampaian aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayah Ubud.
”Fenomena ini sedikit berbeda karena ini berupa aspirasi. Kami memberikan ruang masyarakat untuk pendapat,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menilai perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai cara dan tempat yang tepat dalam menyampaikan aspirasi agar tidak mengganggu estetika maupun ketertiban ruang publik.
Satpol PP Gianyar berencana melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memahami saluran resmi yang dapat digunakan untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun harapan kepada pemerintah daerah.
”Berikutnya kami akan edukasi dimana tempat yang tepat menyalurkan aspirasi,” jelasnya.
Yudanegara menegaskan Pemerintah Kabupaten Gianyar tetap terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat. Aspirasi publik dinilai penting sebagai bagian dari pengawasan dan partisipasi dalam pembangunan daerah.
”Pintu pemkab Gianyar terbuka untuk semua masyarakat,” tutup dia.
Sebelumnya, Jalan Raya Campuhan di Ubud sempat menjadi sorotan setelah muncul spanduk bernada kritik yang menyoroti kerusakan jalan dan trotoar. Spanduk tersebut juga menyinggung perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi akses penting bagi kawasan pariwisata Ubud.
Tidak lama kemudian, muncul spanduk balasan yang berisi dukungan terhadap program pembangunan pemerintah dengan menyebut bahwa perbaikan jalan telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran.
Kemunculan dua kelompok spanduk dengan pesan berbeda itu kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial dan memunculkan beragam respons dari masyarakat. Setelah seluruh spanduk dicopot, suasana di kawasan Jalan Raya Campuhan kini kembali normal dan terbebas dari atribut yang sempat menghiasi sepanjang ruas jalan tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli