Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
WWF: Pembangunan Bali Harus Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali kembali diingatkan agar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan kehidupan masyarakat dan ekosistem laut di masa depan.
Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menegaskan setiap rencana pembangunan di Bali harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta hingga masyarakat lokal.
Menurutnya, masyarakat Bali pada dasarnya mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Namun, pembangunan tersebut harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kearifan lokal agar tidak mengancam sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
"Contohkan keberhasilan program konservasi di Kabupaten Jembrana, di mana WWF-Indonesia bekerja sama dengan perusahaan swasta dan kelompok masyarakat dalam melindungi penyu yang bertelur di pesisir pantai. Bahkan, masyarakat dan wisatawan diberikan kesempatan melihat langsung proses penetasan telur penyu sebagai bentuk edukasi konservasi lingkungan," paparnya, Jumat,(5/6/2026) di Renon, Kota Denpasar.
Dewi menjelaskan, keberhasilan program konservasi tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat yang berada di garis depan dalam menjaga lingkungan. Kelompok masyarakat dinilai memiliki kemampuan untuk mendeteksi lebih cepat berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya, sekaligus menjadi mitra penting dalam pelaporan dan penanganan masalah lingkungan.
Baca juga:
WWF Ingatkan Ancaman Penurunan Populasi
Selain isu konservasi satwa dan ekosistem pesisir, Dewi juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi Bali dan kawasan pesisir lainnya di Indonesia.
Menurutnya, dampak sampah tidak hanya mengurangi kualitas destinasi wisata, tetapi juga mengancam kesehatan ekosistem laut, keberlanjutan sumber pangan, serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.
“Ketika sampah bisa dikurangi dan diatasi bersama-sama, maka kesehatan laut akan terjaga. Jika laut sehat, ekonomi masyarakat akan kembali tumbuh, sumber pangan tetap aman, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga keberlanjutan lingkungan Bali.
Upaya tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang berlangsung di Pulau Dewata tetap berjalan seimbang dengan pelestarian alam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun mendatang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli