Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
182 Telur Penyu Hijau Diselamatkan dari Ancaman Anjing Liar di Banyuasri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 182 butir telur penyu hijau berhasil diselamatkan oleh nelayan dan relawan konservasi di Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Telur-telur tersebut dievakuasi setelah ditemukan dalam kondisi terancam dimangsa anjing liar yang kerap berkeliaran di kawasan pesisir.
Penyelamatan dilakukan setelah dua ekor penyu hijau naik ke pantai dan bertelur di dua lokasi berbeda sejak Kamis (4/6) dini hari. Keberhasilan evakuasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian populasi penyu hijau yang merupakan satwa laut dilindungi.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung, Teguh, mengatakan salah satu sarang penyu sempat menjadi incaran anjing liar yang kerap menggali pasir di kawasan pantai.
"Dua penyu naik ke pantai dan membuat sarang di lokasi yang berbeda. Salah satu sarang sempat diincar anjing liar, sehingga telur-telurnya langsung kami amankan," ujar Teguh.
Dari sarang pertama, nelayan bersama relawan berhasil mengevakuasi 73 butir telur penyu. Sementara pada sarang kedua ditemukan 109 butir telur. Seluruh telur kemudian dipindahkan ke tempat penampungan sementara guna menghindari ancaman predator.
Menurut Teguh, sarang kedua berhasil terlindungi berkat kesigapan salah seorang nelayan yang memilih menunggu induk penyu hingga selesai bertelur. Langkah tersebut dilakukan agar anjing liar tidak mendekati lokasi sarang.
Ancaman anjing liar masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya konservasi penyu di Pantai Camplung. Hewan tersebut kerap menggali pasir dan memangsa telur yang baru diletakkan induk penyu sebelum sempat menetas.
Sementara itu, Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menjelaskan pemindahan telur merupakan langkah penyelamatan yang harus dilakukan karena lokasi sarang dinilai cukup rawan terhadap gangguan predator.
"Kami memindahkan telur ke bak penampungan sementara agar lebih aman. Memang fasilitas yang kami miliki masih sederhana, tetapi kondisi di dalamnya kami upayakan menyerupai habitat alami penyu," kata Sadwika.
Ia berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik sehingga mampu mendukung keberlangsungan populasi penyu hijau di perairan Bali Utara.
Menurutnya, setiap telur yang berhasil menetas memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mempertahankan keberadaan penyu hijau yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman, baik dari predator alami maupun aktivitas manusia.
Kembalinya dua ekor penyu hijau untuk bertelur di Pantai Camplung juga menjadi indikator bahwa kawasan pesisir Banyuasri masih memiliki kondisi lingkungan yang mendukung sebagai habitat satwa laut dilindungi tersebut.
Musim bertelur penyu hijau di kawasan Pantai Camplung diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang. Nelayan dan relawan konservasi berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga kawasan pesisir serta mendukung upaya pelestarian penyu hijau di Kabupaten Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5773 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2198 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan