Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
182 Telur Penyu Hijau Diselamatkan dari Ancaman Anjing Liar di Banyuasri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 182 butir telur penyu hijau berhasil diselamatkan oleh nelayan dan relawan konservasi di Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Telur-telur tersebut dievakuasi setelah ditemukan dalam kondisi terancam dimangsa anjing liar yang kerap berkeliaran di kawasan pesisir.
Penyelamatan dilakukan setelah dua ekor penyu hijau naik ke pantai dan bertelur di dua lokasi berbeda sejak Kamis (4/6) dini hari. Keberhasilan evakuasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian populasi penyu hijau yang merupakan satwa laut dilindungi.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung, Teguh, mengatakan salah satu sarang penyu sempat menjadi incaran anjing liar yang kerap menggali pasir di kawasan pantai.
"Dua penyu naik ke pantai dan membuat sarang di lokasi yang berbeda. Salah satu sarang sempat diincar anjing liar, sehingga telur-telurnya langsung kami amankan," ujar Teguh.
Dari sarang pertama, nelayan bersama relawan berhasil mengevakuasi 73 butir telur penyu. Sementara pada sarang kedua ditemukan 109 butir telur. Seluruh telur kemudian dipindahkan ke tempat penampungan sementara guna menghindari ancaman predator.
Menurut Teguh, sarang kedua berhasil terlindungi berkat kesigapan salah seorang nelayan yang memilih menunggu induk penyu hingga selesai bertelur. Langkah tersebut dilakukan agar anjing liar tidak mendekati lokasi sarang.
Ancaman anjing liar masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya konservasi penyu di Pantai Camplung. Hewan tersebut kerap menggali pasir dan memangsa telur yang baru diletakkan induk penyu sebelum sempat menetas.
Sementara itu, Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menjelaskan pemindahan telur merupakan langkah penyelamatan yang harus dilakukan karena lokasi sarang dinilai cukup rawan terhadap gangguan predator.
"Kami memindahkan telur ke bak penampungan sementara agar lebih aman. Memang fasilitas yang kami miliki masih sederhana, tetapi kondisi di dalamnya kami upayakan menyerupai habitat alami penyu," kata Sadwika.
Ia berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik sehingga mampu mendukung keberlangsungan populasi penyu hijau di perairan Bali Utara.
Menurutnya, setiap telur yang berhasil menetas memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mempertahankan keberadaan penyu hijau yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman, baik dari predator alami maupun aktivitas manusia.
Kembalinya dua ekor penyu hijau untuk bertelur di Pantai Camplung juga menjadi indikator bahwa kawasan pesisir Banyuasri masih memiliki kondisi lingkungan yang mendukung sebagai habitat satwa laut dilindungi tersebut.
Musim bertelur penyu hijau di kawasan Pantai Camplung diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang. Nelayan dan relawan konservasi berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga kawasan pesisir serta mendukung upaya pelestarian penyu hijau di Kabupaten Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli