Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
SOS Indonesia Selamatkan 1.900 Ton Pangan Surplus di Bali dan Jakarta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Upaya mengatasi kerawanan pangan sekaligus mengurangi limbah makanan yang berakhir di tempat pembuangan akhir terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui penyelamatan pangan surplus yang masih layak konsumsi untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Country Manager Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia, Vivian Ikdayah, menegaskan pentingnya mendistribusikan makanan surplus berkualitas tinggi agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat rentan. SOS Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang penyelamatan makanan berlebih (food rescue) guna mengurangi pemborosan pangan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Organisasi ini saat ini beroperasi di Bali dan Jakarta.
"Karena seluruh pasokan makanan berasal dari donasi, biaya operasional organisasi difokuskan pada sumber daya manusia dan sistem logistik berpendingin. Pendekatan yang efisien ini memungkinkan SOS juga sangat efisien dalam distribusi satu porsi makanan, sehingga memberikan nilai dampak yang sangat besar bagi para donor korporasi maupun individu," jelasnya, Jumat (19/6/2026) di Nusa Dua, Badung.
Vivian mengungkapkan, sepanjang periode 2017 hingga Desember 2025, SOS Indonesia berhasil menyelamatkan sebanyak 1.900 ton pangan surplus yang berpotensi menjadi limbah.
"Upaya ini berdampak langsung pada pemberdayaan komunitas rentan melalui penyaluran 8 juta porsi makanan bergizi, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan SDG 2 (Tanpa Kelaparan)," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan lebih dari 200 mitra yang berasal dari sektor perhotelan, ritel, dan manufaktur. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Selain membantu masyarakat rentan mendapatkan akses makanan bergizi, program penyelamatan pangan surplus ini juga berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan. Komitmen terhadap pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab mampu mencegah pelepasan sekitar 4,8 juta kilogram emisi setara CO2 yang berasal dari limbah makanan di tempat pembuangan akhir.
"Gerakan kolektif ini menyajikan sebuah cetak biru yang kokoh bagi aksi iklim berbasis lokal sekaligus perwujudan kesetaraan pangan bagi masyarakat. Rangkaian acara utama menghadirkan diskusi panel inspiratif, sesi berbagi praktik terbaik dan dampak nyata di lapangan, serta kesempatan networking yang dirancang untuk memperkuatbkemitraan lintas sektor," paparnya.
Vivian menambahkan, setiap hari tim profesional SOS Indonesia memanfaatkan teknologi berpendingin untuk memastikan makanan yang diselamatkan dapat tersalurkan secara aman dan tepat waktu kepada komunitas rentan di Bali maupun wilayah Jabodetabek.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 5904 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5597 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3512 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2366 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan