Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jual Motor via Facebook, Warga Badung Tertipu Rp15,3 Juta

Minggu, 21 Juni 2026, 20:04 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Jual Motor via Facebook, Warga Badung Tertipu Rp15,3 Juta.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Masyarakat yang melakukan transaksi jual beli kendaraan melalui Marketplace Facebook diminta lebih berhati-hati. Pasalnya, modus penipuan berkedok transaksi cash on delivery (COD) kembali memakan korban di Kabupaten Badung.

Korban bernama Suradi (39) mengalami kerugian sebesar Rp15,3 juta setelah sepeda motor Honda Scoopy miliknya dibawa kabur oleh pelaku yang berpura-pura sebagai pembeli.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Dumpil, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung pada Jumat (19/6/2026) malam. Dalam kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy DK 3524 FCI.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, kasus tersebut telah dilaporkan korban dan kini tengah ditangani penyidik.

Kejadian bermula ketika korban mengunggah iklan penjualan sepeda motor melalui Marketplace Facebook sekitar pukul 16.00 Wita. Tak lama kemudian, korban dihubungi seseorang yang mengaku bernama Cecep dan menyatakan minat untuk membeli kendaraan tersebut.

Karena masih bekerja, korban dan calon pembeli sepakat bertemu pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita di kawasan Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara.

Korban bersama rekannya, Dayat, kemudian mendatangi lokasi yang telah disepakati. Namun setibanya di lokasi, korban menerima telepon dari Cecep yang menyampaikan bahwa transaksi belum dapat dilakukan malam itu dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

"Disinilah modus penipuan itu terjadi," jelas Aiptu Inastuti, Minggu (21/6/2026).

Setelah transaksi dibatalkan, korban kembali ke rumahnya di Jalan Dumpil, Buduk, Mengwi. Namun sekitar pukul 23.00 Wita, korban kembali dihubungi Cecep yang mengatakan transaksi akan dilakukan malam itu juga.

"Pelaku Cecep meminta korban untuk mengirimkan lokasi alamat tinggalnya agar adiknya datang ke tempat korban," imbuhnya.

Tak lama berselang, tiga orang yang mengaku sebagai adik dan rekan Cecep mendatangi rumah korban. Mereka memeriksa sepeda motor secara detail, termasuk nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Ketiga orang tersebut kemudian menunjukkan bukti transfer pembayaran kepada korban. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, bukti transfer tersebut ternyata ditujukan kepada Cecep dan bukan kepada korban. Selain itu, dana pembayaran juga belum masuk ke rekening korban.

Meski demikian, para pelaku terus meyakinkan korban bahwa pembayaran telah dilakukan. Situasi yang semakin menekan membuat korban akhirnya menyerahkan kunci kontak dan STNK kendaraan.

"Setelah menerima kunci dan STNK, ketiga orang itu langsung membawa sepeda motor dan meninggalkan lokasi," ujar Aiptu Ayu Inastuti.

Setelah menyadari menjadi korban penipuan, Suradi berusaha menghubungi Cecep untuk meminta penjelasan. Namun nomor telepon yang digunakan pelaku sudah tidak dapat dihubungi. Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Polres Badung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa korban dan sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

"Kasus ini sudah ditangani penyidik Polres Badung. Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami