Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Srotragrahana PKB 2026, Kisah Harmoni Hutan dan Pemurnian Jiwa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sanggar Seni Kadung Tresna dan Barong Binal Mengwitani sukses memukau penonton dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Panggung Terbuka Art Centre Denpasar, Sabtu (20/6/2026) sore.
Melalui garapan bertajuk “Srotragrahana”, para seniman menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai spiritual, harmoni alam, serta pesan mendalam tentang pemurnian jiwa dalam ajaran Hindu.
Koordinator pertunjukan, Made Dita Cahyadinata, menjelaskan bahwa “Srotragrahana” mengisahkan kehidupan harmonis di jantung Hutan Greseh. Di kawasan tersebut, berbagai satwa seperti unggas, kera, anjing, kura-kura, babi, hingga macan hidup berdampingan dalam keseimbangan dan kedamaian.
Menurutnya, karya tersebut tidak hanya menjadi sajian seni pertunjukan, tetapi juga media edukasi budaya yang mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga warisan leluhur Bali.
“Menjaga taksu leluhur kita, kemudian melestarikan budaya Bali, terlebih adalah proses pemurnian roh,” ujarnya.
Dalam pertunjukan tersebut, sosok macan yang selama ini identik sebagai predator justru ditampilkan dengan perspektif berbeda. Meski tetap digambarkan kuat dan tangguh, macan menggunakan kekuatannya untuk menjaga keamanan seluruh penghuni hutan.
Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kekuatan sejati tidak selalu diwujudkan melalui dominasi atau ancaman, melainkan melalui perlindungan dan pengayoman terhadap sesama makhluk hidup.
Keharmonisan Hutan Greseh semakin sempurna dengan hadirnya tokoh suci Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wawu Rauh. Dalam cerita, beliau digambarkan tengah menjalani laku spiritual di sebuah taman yang asri di sisi timur hutan sambil menyusun sastra suci pada lembaran lontar.
Pancaran jnyana atau pengetahuan suci yang dimilikinya menghadirkan aura kasih sayang yang menyelimuti seluruh makhluk di sekitarnya. Melalui kemuliaan batin tersebut, Dang Hyang Nirartha mampu memahami bahasa alam dan berkomunikasi dengan seluruh ciptaan Tuhan yang hidup di kawasan hutan.
Puncak kisah “Srotragrahana” terjadi ketika para satwa dengan penuh ketulusan bersedia menjadi bagian dari sarana ritual di Pura Sada Kapal. Adegan ini kemudian mengarah pada pemaknaan Upacara Mapepada yang menjadi bagian penting dalam tradisi Hindu Bali.
Dalam ajaran Hindu, hewan yang digunakan sebagai sarana upacara tidak dipandang sekadar sebagai korban persembahan. Hewan-hewan tersebut diyakini sedang menempuh jalan pengabdian suci sebagai bagian dari siklus kehidupan dan penyucian jiwa.
Melalui Upacara Mapepada, roh atau atman hewan dipercaya disucikan dari sifat-sifat kebinatangan sehingga pada proses reinkarnasi berikutnya dapat mencapai tingkat kehidupan yang lebih luhur.
“Upacara Mapepada bertujuan untuk menyucikan roh (atman) hewan tersebut dari sifat-sifat kebinatangan agar nantinya, saat bereinkarnasi, jiwa mereka dapat meningkat statusnya ke derajat kehidupan yang lebih tinggi atau lebih baik,” katanya pula.
Melalui garapan “Srotragrahana”, Sanggar Seni Kadung Tresna dan Barong Binal Mengwitani tidak hanya menghadirkan tontonan yang artistik dan menghibur, tetapi juga menyampaikan tuntunan spiritual tentang hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan seluruh ciptaan Tuhan.
Pertunjukan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya Bali tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga taksu leluhur, nilai-nilai spiritual, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar