Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sampah Plastik Jadi BBM, Inovasi Pirolisis Diperkenalkan di Karangasem

Senin, 22 Juni 2026, 15:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sampah Plastik Jadi BBM, Inovasi Pirolisis Diperkenalkan di Karangasem.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Sampah plastik yang selama ini identik sebagai limbah ternyata dapat diubah menjadi sumber energi bernilai guna. Melalui teknologi pirolisis, Yayasan Get Plastic Indonesia membuktikan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Teknologi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Karangasem dalam sebuah kegiatan yang digelar di Museum Pustaka Lontar, Desa Adat Dukuh Penaban, Sabtu (20/6/2026). Dalam kegiatan itu, BBM hasil olahan sampah plastik bahkan langsung digunakan untuk menghidupkan genset yang menyuplai listrik bagi soundsystem dan kebutuhan acara.

"Kita fokus untuk riset dan inovasi mesin pirolisis yang bisa mengubah sampah plastik menjadi BBM. Kita ingin membuktikan bahwa BBM yang kita hasilkan benar-benar bisa digunakan," ujar Koordinator Kegiatan, Raissa Kanaya, Sabtu (20/6/2026).

Raissa menjelaskan, dalam satu kali proses, mesin pirolisis mampu mengolah sekitar 10 kilogram sampah plastik. Melalui metode pemanasan dalam ruang tertutup, sampah plastik diproses selama kurang lebih dua jam hingga menghasilkan sekitar 10 liter BBM jenis solar dan 2 liter bensin.

Selain menghasilkan BBM, teknologi pirolisis juga mampu memproduksi gas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak. Sementara residu berupa karbon hitam hasil pemanasan dapat diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti paving block dan kerajinan lainnya.

Menurut Raissa, kualitas BBM yang dihasilkan juga cukup menjanjikan. Berdasarkan hasil pengujian, kualitas solar yang dihasilkan berada sedikit di atas Pertadex, sementara bensin memiliki nilai oktan yang diklaim lebih tinggi dibandingkan Pertamax.

Selain itu, tingkat emisi kendaraan yang menggunakan BBM hasil olahan sampah plastik tersebut juga telah melalui proses pengujian dengan hasil yang dinilai sangat baik.

Pengenalan teknologi pirolisis ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan sampah plastik yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Karangasem.

Yayasan Get Plastic Indonesia berharap semakin banyak desa adat, komunitas, maupun kelompok masyarakat yang tertarik mengembangkan teknologi serupa. Dengan demikian, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Melalui inovasi ini, pengelolaan sampah berbasis teknologi diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi berkelanjutan bagi masyarakat Karangasem.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami