Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Duta Badung Memukau di PKB 2026, Angkat Kearifan Alas Sangeh dan Pesan Lingkungan
bbn/dok Diskominfo Badung/Duta Badung Memukau di PKB 2026, Angkat Kearifan Alas Sangeh dan Pesan Lingkungan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sanggar Seni Gargita Santhi dari Banjar Pacung, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, sukses memukau penonton saat tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Rekasadana (Pergelaran) Gambelan Inovatif pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Denpasar, Senin (22/6).
Penampilan sanggar asal Badung tersebut menghadirkan perpaduan harmonis antara dentang gamelan tradisional dengan sentuhan instrumen modern yang menghasilkan sajian musikal penuh makna. Tiga karya yang dibawakan, yakni Tri Paiketan, Sang-Ngeh, dan Tapa Rare, berhasil menyita perhatian penonton melalui konsep yang kuat, musikalitas yang inovatif, serta pesan pelestarian lingkungan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Karya pertama, Tri Paiketan tentang Harmoni Jiwa dan Alam di Hutan Sangeh, mengangkat nilai keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Garapan ini terinspirasi dari keberadaan tiga wilayah suci di Alas Sangeh, yakni Tempek Kangin, Tempek Tengah, dan Tempek Kauh yang menjadi simbol harmoni kehidupan dalam ekosistem hutan.
Melalui gerak tari yang terinspirasi dari alam dan narasi gerong bertema lingkungan, karya tersebut juga menghadirkan pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan dengan menampilkan aksi memungut sampah di atas panggung. Nilai Atma Kerthi menjadi roh utama dalam karya ini sebagai refleksi kesucian jiwa dan keharmonisan alam.
Pada karya kedua bertajuk Sang-Ngeh, penonton diajak menyelami kisah magis asal-usul Hutan Sangeh. Komposisi musik yang memadukan gamelan Bali dengan instrumen modern dan lintas budaya seperti bass dan erhu menghadirkan nuansa mistis sekaligus puitis yang memperkuat pesan spiritual mengenai hubungan manusia dengan alam semesta.
Sementara itu, karya ketiga berjudul Tapa Rare mengisahkan perjalanan spiritual Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti. Garapan ini memadukan makna tapa sebagai simbol pengendalian diri dan rare sebagai representasi kreativitas anak-anak dalam komposisi musikal yang kompleks dan sarat nilai filosofis.
Koordinator seni, Robert Brosnan, mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju penampilan di PKB 2026 memerlukan waktu yang cukup panjang dengan melibatkan seluruh elemen pendukung pertunjukan.
"Persiapan dalam proses ini 3 bulan. Dari latihan tabuh, latihan tari, dan latihan gerong. Dalam proses latihan yang susah itu untuk klop-nya. Karena apa? Karena kan kebentur hari raya soalnya, Hari Raya Galungan, Kuningan. Itulah yang kadang membuat jadwal latihan bolong karena semua teman-teman pastinya memiliki kesibukan," ungkapnya.
Menurut Robert, konsep yang diangkat dalam pergelaran kali ini berfokus pada local genius Alas Sangeh yang memiliki keterkaitan erat dengan tema PKB tahun ini.
"Itu yang saya angkat karena tidak jauh dari konsep Atma Kerti sekarang dalam PKB 2026 ini," ujarnya.
Sebanyak 30 seniman terlibat dalam pertunjukan tersebut yang terdiri dari 22 penabuh, enam penari, dan dua gerong. Mereka memadukan berbagai instrumen seperti semar pegulingan, rinding, bass, hingga erhu sehingga menghasilkan warna musikal yang unik dan segar.
Selain mengedepankan inovasi musikal, pertunjukan ini juga membawa pesan kuat mengenai kepedulian terhadap lingkungan, khususnya persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Bali.
"Mengingat masalah sampah seperti saat ini, itu yang membuat tiang dan teman-teman resah juga. Maka dari itu, tiang mengangkat konsep ini yang bertemakan alam," katanya.
Sementara itu, Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Badung, I Made Adi Adnyana, memberikan apresiasi atas kreativitas generasi muda dalam mengembangkan seni tradisi Bali melalui pendekatan yang inovatif tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Ia menegaskan bahwa gambelan inovatif merupakan bentuk pengembangan seni tradisi yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Bali. Pemerintah Kabupaten Badung juga terus memberikan dukungan, termasuk melalui pendanaan, agar para seniman muda memiliki ruang untuk berkarya dan tampil di ajang PKB.
Menurutnya, tema PKB 2026, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, sangat relevan dengan karya yang dibawakan Sanggar Seni Gargita Santhi karena menggali nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di Desa Sangeh.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8519 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5866 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2511 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar