Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 24 Juni 2026
Pariwisata Bukan Sektor Kunci Ekonomi Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pariwisata selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Bali. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa sektor tersebut bukanlah sektor kunci yang memiliki daya ungkit terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.
Hal tersebut diungkapkan akademisi sekaligus Guru Besar Universitas Udayana (Unud) Bidang Ekonomi Makro dan Kebijakan Publik, Ni Putu Wiwin Setyari, dalam diskusi Bali Fiscal Insight bertema 'Sinergi Fiskal Pusat dan Daerah, Perkuat Ketahanan Ekonomi Bali' yang berlangsung di Denpasar, Selasa (23/6/2026).
Dalam penelitiannya, Wiwin mengidentifikasi tiga sektor yang menjadi sektor kunci perekonomian Bali, yakni pengadaan listrik dan gas, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi.
Meski sektor akomodasi, makan dan minum menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Bali dengan kontribusi mencapai 22,10 persen, sektor tersebut secara teknis tidak termasuk sektor kunci karena memiliki keterkaitan ekonomi yang tidak seimbang.
"Meskipun memiliki keterkaitan ke depan (forward linkage) yang tinggi, keterkaitan ke belakangnya (backward linkage) rendah," katanya.
Menurut Wiwin, sektor pariwisata memang memiliki multiplier tenaga kerja tertinggi karena mampu menyerap banyak pekerja. Namun, kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dinilai belum optimal karena sebagian besar pekerjaan yang tercipta bersifat informal dengan tingkat upah yang relatif rendah.
"Sebaliknya, sektor utilitas seperti pengadaan air dan listrik memberikan input pendapatan tertinggi meskipun tidak menyerap tenaga kerja sebanyak pariwisata," sebutnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sebesar 6 hingga 8 persen, Wiwin merancang strategi hilirisasi dan transformasi struktural dalam tiga tahapan utama.
Baca juga:
Ekonomi Bali Triwulan I-2026 Tumbuh 5,58 Persen, Didorong Momentum Hari Raya dan Pariwisata
Tahap pertama adalah penguatan sektor pondasi dalam jangka pendek hingga menengah. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik, gas, transportasi, dan komunikasi sebagai fondasi industrialisasi jangka panjang.
"Strateginya meliputi investasi energi terbarukan, perluasan jaringan internet, pengembangan transportasi publik, dan digitalisasi ekonomi," sebutnya.
Tahap kedua adalah penguatan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Langkah ini bertujuan menekan angka pengangguran sekaligus menjaga aktivitas ekonomi yang mendukung sektor pariwisata.
Sementara tahap ketiga adalah hilirisasi sektor unggulan dalam jangka panjang. Dalam konteks Bali, hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi lebih pada bagaimana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak bagi sektor ekonomi lainnya.
"Dominasi sektor jasa pariwisata harus mampu memberikan daya dukung kepada sektor lain," tukasnya.
Ia menjelaskan, strategi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan agroindustri, industri kreatif berbasis budaya, serta integrasi rantai pasok antara petani dan pelaku UMKM lokal dengan hotel, restoran, dan industri pariwisata lainnya.
Menurutnya, transformasi struktural ekonomi Bali tidak berarti mengurangi peran pariwisata, melainkan memperkuat keterhubungannya dengan sektor lain agar manfaat ekonomi yang dihasilkan lebih merata.
Pariwisata tetap menjadi mesin utama penyerapan tenaga kerja, namun belum cukup menjadi instrumen transformasi produktivitas ekonomi secara menyeluruh. Karena itu, dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi antara pembangunan infrastruktur dasar, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta diversifikasi ekonomi.
"Pertanian dan perikanan yang memiliki kontribusi tinggi namun belum terkoneksi dengan baik harus dijadikan kunci diversifikasi ekonomi Bali," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun