Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rajapala Seminyak Harumkan Badung di Parade Gong Kebyar Anak PKB 2026

Sabtu, 27 Juni 2026, 19:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfo Badung/Rajapala Seminyak Harumkan Badung di Parade Gong Kebyar Anak PKB 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala Banjar Basangkasa, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, sukses mewakili Kabupaten Badung pada ajang Utsawa atau Parade Gong Kebyar Anak-anak dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center Denpasar, Jumat (26/6/2026).

Dalam parade tersebut, Duta Kabupaten Badung tampil bersama Duta Kabupaten Gianyar dan kembali mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Penampilan Duta Badung turut disaksikan langsung oleh Bupati Badung Wayan Adi Arnawa beserta istri, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti beserta istri, Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba beserta istri, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, serta sejumlah anggota DPRD Badung.

Pada kesempatan tersebut, Duta Badung membawakan tiga karya unggulan, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan "Bayung Bidak", Tari Kreasi Adnyaswari, dan Tari Dolanan "Jong Jang Sir". Ketiga garapan itu mendapat apresiasi tinggi dari penonton yang memberikan tepuk tangan meriah usai setiap pementasan.

Konseptor sekaligus penggarap Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala, I Made Ariawan, menjelaskan bahwa Tabuh Kreasi Pepanggulan "Bayung Bidak" mengangkat spirit Ngangkid sebagai simbol awal perjalanan jiwa dalam mengarungi kehidupan.

"Bayung berarti penyeimbang dan bidak atau layar sebagai penentu arah menjadi dua poros utama, keseimbangan batin dan arah spiritual yang menuntun perjalanan sejak mula," ujarnya.

Ia mengatakan karya tersebut diawali dengan suasana hening yang suci, kemudian berkembang menuju dinamika kehidupan hingga mencapai ledakan energi kebyar yang melambangkan berbagai tantangan yang akan dihadapi manusia.

"Di tengah riuhnya perjalanan, bayung menjaga agar tidak goyah, sementara bidak mengarahkan menuju tujuan yang selaras dengan Dharma," tegasnya lagi.

Terinspirasi dari miniatur jukung sebagai simbol perjalanan menyeberangi lautan samsara, karya musik tersebut menjadi doa agar setiap jiwa mampu menjalani kehidupan dengan keseimbangan, keteguhan, dan tetap berada di jalur Dharma menuju Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Selain tabuh kreasi, Duta Badung juga menampilkan Tari Kreasi Adnyaswari yang bermakna sebagai tarian penyambutan bagi tamu kehormatan. Tarian ini diawali gerakan tangan yang melambangkan pengastungkara, dilanjutkan gerakan lembut, dinamis, dan energik, serta diakhiri dengan simbol paramasanti.

Tari Adnyaswari identik dengan permainan tangan sebagai simbol ucapan selamat datang serta permainan sampur atau selendang yang menggambarkan kesiapan dan keanggunan penari saat menyambut tamu.

I Made Ariawan menjelaskan Tari Adnyaswari pertama kali dipentaskan pada Pesta Seni tahun 1998 oleh Sekeha Gong Dharma Putra Banjar Guming, Penarungan, Mengwi, Badung. Tarian kreasi baru berkarakter putri halus ini diciptakan oleh Dr. Ida Ayu Wimba Ruspawati, S.ST., M.Sn. dengan penata iringan almarhum I Wayan Sinti, MA.

Sementara itu, Tari Dolanan "Jong Jang Sir" mengangkat filosofi jukung kecil yang digunakan dalam prosesi Ngangkid, yakni upacara penyucian bagi anak yang telah berusia tiga bulan.

"Perahu atau jukung kecil yang sering digunakan sebagai sarana dalam upacara Ngangkid. Ngangkid merupakan sebuah upacara untuk anak yang sudah berusia tigang sasih (tiga bulan)," katanya.

Melalui karya tersebut, perjalanan hidup diibaratkan seperti sebuah perahu kecil yang mengarungi samudra luas penuh tantangan. Setiap manusia diharapkan mampu menjaga arah hidupnya agar tetap berada di jalan yang benar.

"Begitulah kehidupan yang harus kita persiapkan. Perahu kecil ini akan senantiasa berlayar demi menggapai sebuah tujuan. Perahu ini bukan hanya menjadi sebuah permainan, bukan juga hanya sebagai sarana upacara tetapi ini juga menjadi sebuah wadah harapan dan keinginan yang dititipkan ke dalam sebuah pesan dan entah kapan akan terbalaskan," tegasnya.

I Made Ariawan berharap penampilan Duta Badung bersama Duta Gianyar dapat berjalan lancar sekaligus menyampaikan makna tema PKB Tahun 2026 kepada masyarakat.

"Kedua semoga apa yang kami ongon sampaikan bisa tersampaikan kepada audien dan penikmat seni karena kami di Badung menampilkan sesuatu yang berkait dengan PKB yakni ATma Kerthi," katanya.

Ia mengungkapkan proses persiapan dimulai sejak Maret 2026 hingga seluruh garapan berhasil diselesaikan. Menurutnya, Tari Dolanan Jong Jang Sir mengajak masyarakat memaknai perjalanan hidup sejak usia dini melalui proses penyucian atman.

"Walaupun banyak rintangan dan penghalang, seorang anak tidak sampai mengambil jalan pintas berupa ulah pati," tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami