Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Program SAMUDRA Inovasi Mahasiswa Undiksha Bantu Pulihkan Kepercayaan Diri Anak Panti Asuhan di Denpasar
bbn/dok Undiksha/Tim mahasiswa PGSD Undiksha Kampus Denpasar berfoto bersama anak-anak Asuhan Dharma Jati II dalam peluncuran Program SAMUDRA.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjalani keseharian di panti asuhan menyimpan cerita tersendiri bagi anak-anak asuh. Di balik terpenuhinya kebutuhan fisik dan pendidikan formal, ada satu aspek mendasar yang kerap luput dari perhatian yaitu pembinaan kesehatan emosional dan rasa percaya diri.
Realita inilah yang sempat dijumpai pada anak-anak asuh Panti Asuhan Dharma Jati II, Penatih, Denpasar Timur. Terbiasa berada dalam lingkup sosial yang terbatas, tak sedikit dari mereka yang merasa canggung, krisis rasa percaya diri, hingga sulit terbuka saat berinteraksi dengan lingkungan luar. Bekerja sama dalam kelompok maupun menyampaikan pendapat pun kerap menjadi tantangan tersendiri karena belum terbiasa mengolah emosi.
Melihat persoalan mendasar tersebut, lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Undiksha Kampus Denpasar bergerak membawa solusi konkret. Lewat Program SAMUDRA (Sinergi & Afeksi, Motivasi & Unjuk Diri, Drama & Relasi, serta Aktualisasi), mereka hadir untuk meretas kecanggungan anak-anak panti melalui pendekatan yang hangat dan adaptif.
Baca juga:
Undiksha Kini Punya Laboratorium Pendidikan Terpadu, Mendiktisaintek Dorong Lahirkan Karya Berdampak
Di bawah bimbingan dosen Arina Zaida Ilma, S.Pd., Gr., M.Pd., tim yang diketuai oleh Ni Kadek Mila Pratiwi Dewi bersama empat rekannya yaitu Ni Luh Ade Regita Ari Cantika, Ni Putu Rantika Darayani, Putu Intan Teja Pretiwi, dan Ni Made Artika Agustini secara unik menggabungkan pendekatan Social-Emotional Learning (SEL) dengan nilai-nilai kearifan lokal Tri Hita Karana.
Rangkaian program pengabdian ini dilaksanakan secara intensif mulai dari 24 juni 2026 hingga 15 agustus 2026. Program pendampingan ini dirancang tidak secara instan, melainkan mengalir melalui empat tahapan bertahap yang menyentuh ranah Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan:
1. Meretas Kecanggungan lewat Sinergi & Afeksi (SA)
Perjalanan dimulai dari hal paling mendasar: membangun ikatan emosional. Anak-anak diajak sejenak "menepi" dari rutinitas untuk mengolah ketenangan batin lewat doa dan latihan hening . Kecanggungan awal seketika mencair saat tim mahasiswa mengajak mereka bermain games tradisional interaktif di sudut ruang panti yang tertata hangat. Rasa canggung berganti menjadi keakraban.
2. Menyemai Keberanian di Tahap Motivasi & Unjuk Diri (MU)
Begitu rasa percaya terbangun, anak-anak mulai ditantang keluar dari zona nyaman. Mereka dilatih mengontrol rasa cemas dan takut salah melalui simulasi role-play kelompok. Di tahap ini, anak-anak belajar mendengarkan teman, bekerja sama, hingga memberanikan diri mengutarakan pendapat di depan publik, sembari diajak menjaga kerapian ruang belajar bersama.
3. Gempita Ekspresi dalam Drama & Relasi (DRA)
Puncak dari proses latihan emosi terjadi saat panggung drama digelar. Anak-anak ditantang menaklukkan demam panggungdengan membawakan lakon drama kolaboratif. Sesi ini menjadi ajang merajut kekompakan, mengasah rasa empati, dan mempererat tali persaudaraan sesama anak panti, sekaligus melatih tanggung jawab dalam menata panggung tempat mereka berkreasi.
Baca juga:
Undiksha – Desa Wisata Panji Kolaborasi Berdampak Nyata: Masyarakat Berdaya, Ekonomi Tumbuh
4. Menjaga Nyala Perubahan di Tahap Aktualisasi (A)
Agar manfaat program tak menguap begitu saja, tahap akhir berfokus pada penanaman nilai mandiri. Anak-anak diajak melakukan refleksi mendalam atas perubahan positif yang dirasakan dalam diri, merawat sikap saling menghargai dalam keseharian panti, serta menjaga keharmonisan dan kebersihan lingkungan panti sebagai rumah tinggal bersama.
Caption: Penuh antusiasme, anak-anak Panti Asuhan Dharma Jati II mengikuti setiap kegiatan dari program Samudra.
Anak-anak yang sebelumnya enggan bersuara atau canggung saat disapa orang asing, kini berdiri tegak di atas panggung dengan senyum merekah. Program SAMUDRA bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan bukti nyata bahwa rasa ragu dan krisis percaya diri yang selama ini menyelimuti mereka telah berganti menjadi keberanian serta kebanggaan diri.
Aksi pengabdian ini tidak berhenti saat pementasan usai. Demi menjaga keberlanjutan dampak positifnya, tim PKM-PM Undiksha menyerahkan Buku Pedoman Mitra dan modul panduan pembinaan mandiri kepada pengelola panti, yang diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama.
Baca juga:
Menjangkau Desa hingga Mancanegara, Undiksha Wujudkan Kampus Berdampak melalui Ratusan Program P2M
Langkah ini diambil agar skema pembinaan karakter berbasis kecerdasan emosional dan kearifan lokal tersebut dapat terus dijalankan secara mandiri. Besar harapan tim mahasiswa agar Program SAMUDRA tidak hanya membawa perubahan di Panti Asuhan Dharma Jati II, tetapi juga dapat terus diterapkan secara berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi lembaga kesejahteraan sosial lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Undiksha Singaraja
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8559 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5911 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3713 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2539 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar